Dari Tanjungpinang Jual Onderdil Motor Trail ternyata Tipu-tipu

544
Pesona Indonesia
Beni dan Sandi (duduk), dua pelaku penipuan menjalani pemeriksaan sementara di Satreskrim Polres Tanjungpinang sebelum diterbangkan ke Probolinggo, foto: Osias De / batampos
Beni dan Sandi (duduk), dua pelaku penipuan menjalani pemeriksaan sementara di Satreskrim Polres Tanjungpinang sebelum diterbangkan ke Probolinggo, foto: Osias De / batampos

batampos.co.id – Jajaran Polres Probolinggo Kota, Jawa Timur, bekerjasama dengan Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang, meringkus dua orang pelaku penipuan online yang merupakan warga Tanjungpinang, Kamis (24/11) malam. Dari tangan mereka petugas berhasil menyita buku tabungan yang digunakan untuk menerima uang dari para korbannya.

Kedua korban yakni Beni, 22, dan Sandi, 20, diringkus petugas saat sedang bermain berada disalah satu warnet di bilangan Jalan Sumatera.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan didampingi Kanit Pidum Polres Probolinggo Kota, Ipda Sugeng Aprianto, mengatakan penangkapan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan yang kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan.

”Kami berkoordinasi, di Probolinggo yang menjadi korban banyak. Namun, yang melapor baru satu orang,”ujar Andri, Jumat (25/11).

Sementara, Ipda Sugeng, menambahkan, modus yang digunakan pelaku yakni pura-pura menjual spare part sepeda motor jenis Trail di akun media sosial Facebook. Setelah terjadi kesepakatan jual beli antara korban dan pelaku baru uang di transfer korban.

”Ini kejadiannya sudah sejak bulan September lalu. Korban sudah transfer uang sebanyak Rp 11 juta. Itu pun di transfer secara bertahap,”kata Sugeng.

Dilanjutkan Sugeng, meski korban telah mentransfer uang. Namun, barang yang di janjikan tidak kunjung dikirim oleh pelaku. Karena memang pelaku ini tidak menjual barang-barang tersebut.

”Korban tertarik karena harga yang ditawarkan pelaku lebih murah. Uang yang di transfer korban itu ke rekening BNI dan BRI milik temannya,”ucap Sugeng.

Guna proses hukum lebih lanjut, jelas Sugeng, kedua pelaku pun akan dibawa ke Polres Probolinggo Kota. Mereka pun dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman empat tahun penjara.

“Sabtu (hari ini) kedua pelaku langsung kami bawa ke Probolinggo kota untuk proses selanjutnya,”sebut Sugeng.

Terpisah, salah seorang pelaku, Beni, mengaku perbuatan tersebut sudah lama dilakoninya. Korbannya pun kurang lebih sudah puluhan orang. Hasilnya pun digunakannya untuk bermain judi online.

”Sudah sekitar Rp 70 juta uang yang saya dapat dari korban. Uangnya saya pakai untuk main judi Poker online,”ujarnya.

Dikatakannya, ide melakukan penipuan tersebut berawal ketika dirinya tidak mempunyai uang untuk bermain judi. Kemudian ia pun membuat akun Facebook dan mengambil gambar spare part sepeda motor jenis Trail di google.

”Rekening teman saya pinjam. Alasannya orang tua saya mau transfer uang. Padahal itu saya gunakan untuk menarik uang dari orang yang sudah saya tipu,”ucapnya.(ias)

Respon Anda?

komentar