Gelombang Laut Pengaruhi Ekonomi Kabupaten Meranti

680
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Sebagai daerah pesisir, perdagangan di Kepulauan Meranti sangat dipengaruhi oleh gelombang laut. Terutama saat memasuki musim gelombang besar sekitar Bulan November hingga Januari, biasanya menyebabkan volume perdagangan menurun.

“November hingga Januari biasanya perdagangan daerah akan terganggu karena gelombang laut sedang tinggi-tingginya,” ujar Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, belum lama ini.

Dijelaskannya wilayah Kepulauan Meranti yang berpulau, telah menjadi daerah transit sejak lama. Perekonomian masyarakat juga tumbuh dari sektor pertanian, perkebunan dan perdagangan.

“Jadi perdagangan yang dilakukan adalah menjual hasil-hasil perkebunan dan pertanian yang ada di Meranti,” kata dia.

Perdagangan tersebut dilakukan tidak hanya di dalam wilayah Provinsi Riau saja. Tetapi juga ke wilayah Provinsi Kepulauan Riau, termasuk sejumlah negara tetangga seperti Malaysia.

“Jalur laut ini yang biasanya rawan. Makanya dalam bulan-bulan gelombang tinggi perekonomian masyarakat agak sedikit menurun,” ungkap Irwan.

Menurunnya perdagangan tersebut di akui juga oleh pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Selatpanjang. Sebab pengajuan keberangkatan kapal untuk mengangkut hasil pertanian cendrung menurun.

“Memang pada bulan-bulan itu ususlan untuk kepengurusan keberangkatan kapal barang menurun,” ujar Petugas Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Selatpanjang, Helmi Novitri. (amn)

Respon Anda?

komentar