Kenduri Seni Melayu Batam Dimeriahkan 15 Sanggar Seni

282
Pesona Indonesia
Suasana pagelaran tarian di acara Kenduri Seni Melayu 2016 di Kepri Mall, Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
Suasana pagelaran tarian di acara Kenduri Seni Melayu 2016 di Kepri Mall, Batam. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Perhelatan Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-18 resmi dibuka, Jumat (25/11/2016) malam. Acara ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-187 Batam yang jatuh pada 18 Desember kelak.

“Rangkaian acara sudah ditetapkan. Salah satunya Kenduri Seni Melayu ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Yusfa Hendri, dalam pidato sambutannya yang ditayangkan melalui video digital.

Kegiatan yang digelar di pelataran parkir Kepri Mall itu akan berlangsung hingga Minggu (27/11/2016) malam ini. Sabtu (28/11/2016) malam telah berlangsung acara kenduri syair. Sementara malam ini, akan berlangsung pementasan Teater Bangsawan.

Acara ini dimeriahkan dengan penampilan 15 sanggar melayu yang tersebar di Batam, Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat. Juga melibatkan para seniman dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Mantan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan yang hadir untuk membuka acara mengatakan, KSM merupakan salah satu potensi daerah Batam. Kegiatan ini dapat merajut silaturahmi antarnegara dan antardaerah.

“Semoga orang-orang melayu tetap bersatu dan sukses,” kata Ahmad Dahlan.

Wali Kota Batam Rudi juga sepakat mengatakan jika acara-acara seni, budaya, dan pariwisata berpotensi menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang paling besar.

“Contohnya, ini semua (seniman) datang ke Batam. Mereka naik kapal, bayar tiket, menginap di hotel – itu kan ada pajaknya. Belum juga kalau mereka naik ojek atau taksi,” tuturnya.

Hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Batam. Maka, ia pun berniat melanjutkan perhelatan ini di tahun yang akan datang.

“Kami akan kembangkan lagi supaya bagus dan Batam semakin dikenal dengan budaya melayu dan nusantaranya,” tuturnya.

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan kompang secara serentak oleh Rudi, Mantan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Kadis Pariwisata dan Budaya Batam Yusfa Hendri, perwakilan Kapolresta Barelang, dan perwakilan Komandan Resor Militer Batam.

Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan tari dari kumpulan seniman dari seluruh sanggar di Batam. Pertunjukan tari selama kurang lebih 20 menit itu merupakan kolaborasi tari-tarian dari seluruh Indonesia. Kolaborasi tarian itu menggambarkan kondisi keberagaman masyarakat di Batam yang diistilahkan sebagai Indonesia Mini.

“Beraneka ragam corak nusantara berkembang di bawah payung melayu. Itulah Batam madani yang kita cinta. Harmoni dalam keberagaman,” ujar SM Bagaskara dalam puisinya yang dibacakan di sela-sela pementasan tari tersebut.

Lebih lanjut, Wali Kota Batam Rudi mengatakan KSM bertujuan untuk menampilkan seni budaya melayu di tanah melayu. Selain juga untuk mempertahankan seni budaya itu sendiri. Sehingga generasi penerus dapat mengenal kebudayaan melayu dengan baik.

Budaya melayu itu terus berkembang. Dari tahun ke tahun, KSM ikut merekam perkembangan budaya tersebut. Terbukti dari semakin banyaknya kolaborasi-kolaborasi yang terjadi di pentas KSM.

“Lima belas tahun lalu belum seperti ini. Mudah-mudahan semakin berkembang semakin bagus,” ujar Rudi. (ceu)

Respon Anda?

komentar