Oknum Satpol PP Batam Palak Penyewa Raket di Engku Putri, Minta Setoran Rp 150 Ribu

2601
Pesona Indonesia
Foto: facebook Raja Ritula.
Foto: facebook Raja Ritula.

batampos.co.id – Penyedia jasa sewa raket Alwi Dhani mengeluhkan tindakan Oknum Satpol PP Batam yang mengutip uang di Dataran Engkuputri Batamcenter. Oknum Satpol PP itu meminta uang Rp 150 ribu jika ingin aman menyewakan raket kepada masyarakat yang hendak berolahraga di Alun-alun setiap akhir pekan. Sedangkan hari lain dipaksa bayar Rp 30 ribu.

“Sudah beberapa kali kami kasih. Tetapi terakhir Sabtu kemarin, sekitar pukul 07.20 WIB, ia (oknum Satpol PP itu) meminta kami harus membayar Rp 150 ribu per pekan,” katanya, Sabtu (26/11) sore.

Menurutnya tidak hanya dia yang dikutip, bahkan penyedia jasa sewa raket yang lain tak lepas dari pungutan liar. Dalam kasus ini, dia menyebut nama oknum yakni Raja Ritula. Dalam aksinya, lanjut Alwi, oknum yang dimaksud tak mengutip langsung namun menyuruh anggotanya yang lain.

“Dia (Raja Ritula, red) nyuruh anak buahnya yang bernama Arifin untuk mengutip. Saat itu (mengutip, red) dia ada, tapi yang minta anak buahnya. Ini orangnya,” ucap dia sembari menunjukkan foto Raja Ritula.

“Dikasih nggak apa-apa, kalau nggak dikasih kami malah diusir,” ujar Aji penyedia jasa sewa raket lainnya.

Leman yang juga penyewa raket mengatakan, dirinya kerap dimintai sejumlah uang oleh oknum Satpol PP yang juga anggota dari Raja Ritula bernama Arifin dengan cara kasar bahkan mengancam akan menyita raket-raketnya bila permintaannya tak dipenuhi.

“Biasanya si Arifin itu yang disuruh minta, terus dia bilang kalo dia cuma bawahan jadi gak bisa membantah, dia juga bilang kalo uangnya dikumpulin dulu di pos terus atasannya yang bagi-bagi. Saya bersama penyedia jasa sewa raket lainnya berani bertemu dengan orang yang melakukan pungli tersebut dan dapat membuktikan atau menjadi saksi adanya pungutan tersebut.” kata Leman.

Saat yang sama beberapa anggota Satpol PP Batam yang juga ada di lokasi mengaku tak terlibat dalam pungutan tersebut. “Kami masuk pagi jam 07.30 WIB,” ucap salah seorang diantaranya.

Di Dataran Engkuputri memang diberlakukan dua shift. Pertama, pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB dan dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. “Biasanya agak cepat kita yang pagi masuk pukul 07.30 WIB, yang lain itu (lawan shift) masuknya 19.30 WIB,” ujarnya

Dia mengungkapkan nama Raja Ritula tak ada dalam shiftnya, walau demikian dia mengaku mengenal oknum yang dimaksud yang merupakan Komandan Pleton (Danton). “Namanya senior ya kenal. Tapi yang jelas dia tidak di shift kami, Danton kami bukan dia,” ucapnya.

Dikonfirmasi, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantrimum) Satpol PP Batam Safrul mengatakan sejak awal pihaknya telah mengingatkan anak buah tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun yang berseberangan dengan aturan.

“Setiap apel, dari dulu kita sampaikan,” pungkasnya.

Sementara Raja Ritula membantah tudingan yang ditujukan padanya. “Pungutan? nggak ada itu. Jadi saya minta tolong digarisbawahi tidak ada pungutan,” katanya. (cr13)

Respon Anda?

komentar