Revisi Tarif UWO Batam Mengacu Usulan Masyarakat dan Dunia Usaha

550
Pesona Indonesia
024507_231040_taba_iskandar_bp
Ketua DK Batam Darmin Nasution (kiri) dan Anggota Tim Teknis DK Taba Iskandar. Foto: Dok. BP

batampos.co.id – Anggota tim teknis DK, Taba Iskandar mengatakan pembenahan Batam dimulai dengan perubahan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) Batam.

“Tarif akan disesuaikan dengan usulan dari masyarakat dan dunia usaha,” kata Taba, Sabtu (26/11/2016).

Kepastian mengenai tarif ini dibutuhkan supaya ada jaminan hukum yang pasti untuk perkembangan kondusivitas iklim investasi di Batam.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk meminta agar seluruh pengusaha dan masyarakat menjaga kondusivitas Kota Batam, sehingga iklim investasi tetap terjaga.

Nada optimis ini dilontarkan setelah adanya kepastian bahwa tarif lahan dan tarif lainnya akan direvisi pada pekan mendatang oleh Dewan Kawasan (DK).

“Hendaknya kita selalu berfikir positif dan tidak saling mencurigai. Mari semua pihak lakukan dan kerjakan apa yang bisa kita perbuat untuk kebaikan yang berdampak bagi kepentingan bersama sesuai dgn kapasitas masing-masing,” ujarnya, Sabtu (26/11/2016).

Kadin Batam sebagai mitra strategis pemerintah berkewajiban mendukung penuh program dan kebijakan pemerintah baik Pemerintah Kota (Pemko) Batam maupun Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Kadin Batam juga bertanggugjawab untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh dunia usaha sesuai dengan amanah UU Nomor 1 Tahun 1987,” jelasnya.

Kalau ada pengusaha yang nakal, lanjutnya, Kadin Batam juga berkewajiban untuk menegur dan bahkan menindak kalau memang bersalah. “Tapi jangan digeneralisir bahwa semua pengusaha itu nakal,” ujarnya. (Leo)

Respon Anda?

komentar