Anugerah Jembia Emas 2016, Bukan Dominasi Penulis dan Penyair

210
Pesona Indonesia
Ramon Damora. Foto: istimewa
Ramon Damora. Foto: istimewa

batampos.co.id – Anugerah Jembia Emas 2016 mendapatkan apresiasi baik dari masyarakat. Direktur Yayasan Jembia Emas, Ramon Damora, menuturkan hingga hari ini sejumlah nama budayawan atau seniman yang akan dinilai sebagai nomine penerima anugerah sudah mulai bermunculan.

“Itu sebuah bukti ada sambutan hangat dari masyarakat. Mereka cukup apresiatif dengan ikut mengirimkan nama-nama orang yang dinilai telah berjasa dalam memajukan kebudayaan Melayu,” kata Ramon, Minggu (27/11/2016).

Seluruh nama yang masuk, sambung Ramon, akan masuk ke tim penilai untuk kemudian dipilih 10 nama yang akan terdaftar sebagi nomine penerima Anugerah Jembia Emas 2016. “Kami sudah menunjuk tim penilai yang punya kapabilitas untuk melakukan penilaian dan penentuan 10 nama nomine tersebut,” tutur Deputi Batam Pos Group ini.

Ramon ingin menegaskan, bahwasanya Anugerah Jembia Emas 2016 yang baru pertama kali dihelat ini tidak membatasi calon penerimanya dari ranah kesusastraan saja. Melainkan sangat terbuka secara luas dari pelbagai jenis pengabdian pembangunan kebudayaan Melayu. Boleh jadi mereka adalah seorang musisi, penari, perupa, dramawan, peneliti kebudayaan, atau pun pelestari kebudayaan lain.

“Jadi tidak hanya seorang penulis atau penyair saja,” tegas Ramon.

Kemudian dalam proses pencarian nama ini pun dibuka untuk umum. Artinya boleh secara kelembagaan atau pun perorangan mengirimkan nama-nama yang sekiranya memenuhi kualifikasi untuk dimasukkan dalam 10 nomine penerima Anugerah Jembia Emas 2016. Upaya ini ditempuh agar ada keterlibatan kolektif antara Yayasan Jembia Emas selaku penaja acara dengan masyarakat luas selaku yang memiliki kebudayaan.

“Kami masih menunggu hingga seminggu ke depan. Karena rencananya sepuluh nama calon penerima Anugerah Jembia Emas 2016 akan kami umumkan di tanggal 5 Desember,” terang Ramon. Lalu penyerahan anugerah akan dilakukan di Tanjungpinang 15 Desember mendatang berbarengan dengan helatan Pertemuan Penyair Nusantara IX selama tiga hari ke depan.

Kualifikasi menjadi nomine penerima Anugerah Jembia Emas 2016 adalah budayawan atau seniman yang masih hidup, berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), yang tinggal dan menjalani proses kreatifnya di Kepulauan Riau. Kemudian juga telah menyatakan kesediaannya untuk dinominasikan yang dituangkan dalam surat pernyataan.

Lalu nama yang diusulkan juga haruslah seorang budayawan atau seniman yang punya karya. Untuk hal ini, Ramon menjelaskan, karya tersebut mesti hidup di tengah-tengah masyarakat. Berpengaruh sekaligus menggerakkan. Juga dijadikan rujukan pembelajaran serta inspirasi bagi karya-karya lain sesudahnya.

Kualifikasi selanjutnya adalah ketunakan. Maksudnya, sepanjang hidupnya budayawan atau seniman ini senantiasa berkarya. Bukan sekadar menciptakan sebuah kesenian, melainkan juga ikut berdedikasi dalam regenerasi dan pewarisan khazanah kebudayaan bagi generasi yang lebih muda.

Yang tidak kalah penting, budayawan atau seniman yang diajukan haruslah mereka yang berprestasi. Artinya, karya-karyanya diakui secara lokal, nasional, bahkan global. Dan kualifikasi terakhir adalah berkontribusi. Budayawan atau seniman yang diajukan adalah mereka yang secara nyata ikut berkontribusi dalam kemajuan pembangunan kebudayaan dan kesenian di Provinsi Kepulauan Riau.

“Bila memang ada nama yang memenuhi kualifikasi tersebut, Yayasan Jembia Emas membuka pintu pendaftaran selebar-lebarnya melalui surel [email protected],” pungkas Ramon. (muf)

Respon Anda?

komentar