GNPF MUI dan Polri Sepakat Lokasi Demo 212 Dipusatkan di Monas

273
Pesona Indonesia
Demo Ahok. Foto: istimewa
Demo Ahok. Foto: istimewa

batampos.co.id – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Polri, dan MUI menggelar rapat koordinasi di Kantor MUI, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat bahwa demonstrasi 2 Desember akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

“MUI awalnya akan menggelar aksi di Bundaran HI, Polri mengusulkan Salat Jumat di Masjid Istiqlal. Masing-masing bertahan dengan pendapat dan jadi polemik nasional. Kami berterima kasih kepada MUI yang mengomunikasikan dan mendengar dengan jernih argumentasi masing-masing. Melalui dialog masing-masing pihak punya iktikad baik,” kata Ketua Pembina GNPF-MUI, Habib Rizieq Shihab.

‎Belajar dari aksi 4 November, lanjutnya, tawaran Polri yaitu di Masjid Istiqlal tidak mendukung sarana dan prasarana. Karenanya, GNPF-MUI menolak untuk melaksanakan Salat Jumat jamaah di sana.

“Di Istiqlal tak nenampung. Manakala bubar Salat Jumat, terjadi penyempitan, dan begitu keluar, membahayakan jiwa peserta aksinya. Saya menolak. Kemudian ambulance tidak bisa masuk, dari masjid berjuang dua‎ jam ke mobil komando. Bukan keras kepala,” jelasnya.

Setelah berembuk kembali dan saling koordinasi, akhirnya Polri menawarkan GNPF-MUI salat Jumat di Monas. Polri menjamin, sarana dan prasarana di Monas akan siap menampung GNPF-MUI.

“Polisi menawarkan lapangan Monas. Mampu menampung jutaan umat, pintu-pintu semua dibuka. Kalau di Monas ada syarat-syarat teknis, semua pintu di monas harus di buka, posko-posko logistik, toilet, dan dibuat pintu evakuasi. Ini solusi,” jelas dia.

Atas alasan tersebut, lanjut dia, GNPF MUI sepakat dan akan menggelar sajadah di Monas.

Namun demikian, nantinya sejumlah pimpinan GNPF-MUI akan menggelar konvoi selepas demo.

“Kami akan menyapa masyarakat,” tandasnya.‎ (Mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar