Kader Demokrat Tak Ada Dalam Daftar Cawagub Kepri

494
Pesona Indonesia
Ketua DPC Demokrat Bintan, Agus Wibowo. F. Harry Suryadi Putra/Batam Pos
Ketua DPC Demokrat Bintan, Agus Wibowo. F. Harry Suryadi Putra/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun akan mengajukan empat nama calon Wakilnya ke DPRD Kepri. Empat nama yang dipilih Nurdin berdasarkan ajuan partai politik pengusung adalah;

  • Fauzi Bahar,
  • Isdianto,
  • Mustafa Wijaya, dan
  • Rini Fitrianti.

Sebenarnya ada satu nama yang terlupakan dari rekapitulasi seluruh nama calon wakil gubernur yang diajukan partai politik pengusung.

Yakni Agus Wibowo yang merupakan usulan dari Partai Demokrat selain Isdianto.

Hilangnya nama Agus Wibowo, membuat jajaran elit Partai Demokrat di Provinsi Kepri meradang.

Sekretaris DPD Demokrat Kepri, Husnizar Hood sampai menyatakan bahwa apa yang diputuskan Gubernur Nurdin dengan begitu saja mengesampingkan Agus Wibowo sebagai tindakan meremehkan keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Aku harap sebenarnya wartawan yang salah kutip soal wacana beliau memajukan empat nama. Tapi kalau benar nama Agus Wibowo tidak disebut, tentu Partai Demokrat sangat kecewa.

“Karena Agus adalah kader partai yang diusulkan sesuai keputusan Majelis Tinggi. Dan kami wajib mengamankan keputusan itu,” kata Husnizar.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun akan mengajukan empat nama calon Wakilnya ke DPRD Kepri.

Empat nama yang dipilih Nurdin berdasarkan ajuan partai politik pengusung adalah Fauzi Bahar, Isdianto, Mustafa Wijaya, dan Rini Fitrianti.

Sebenarnya ada satu nama yang terlupakan dari rekapitulasi seluruh nama calon wakil gubernur yang diajukan partai politik pengusung.

Yakni Agus Wibowo yang merupakan usulan dari Partai Demokrat selain Isdianto.

Hilangnya nama Agus Wibowo, membuat jajaran elit Partai Demokrat di Provinsi Kepri meradang.

Sekretaris DPD Demokrat Kepri, Husnizar Hood sampai menyatakan bahwa apa yang diputuskan Gubernur Nurdin dengan begitu saja mengesampingkan Agus Wibowo sebagai tindakan meremehkan keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Aku harap sebenarnya wartawan yang salah kutip soal wacana beliau memajukan empat nama. Tapi kalau benar nama Agus Wibowo tidak disebut, tentu Partai Demokrat sangat kecewa.

“Karena Agus adalah kader partai yang diusulkan sesuai keputusan Majelis Tinggi. Dan kami wajib mengamankan keputusan itu,” kata Husnizar.

Menurut Husnizar, hal semacam itu tidak perlu sampai terlontarkan, dengan tiba-tiba mencoret satu dari lima nama yang seluruhnya masuk sebagai usulan calon wakil gubernur.

Sebab, kata Husnizar, Gubernur Nurdin juga seorang ketua partai politik. Sehingga dengan begitu perlu juga melakukan kerja-kerja politik.

Otomatis tidak bisa dengan semena-mena memposisikan dirinya sebatas sebagai gubernur, tapi juga perlu sekali-sekala menempatkan posisi sebagai ketua partai politik.

“Pak Gubernur itu orang Melayu. Dia tahu pantun ini; kalau padi katakan padi, jangan kami tetampi-tampi,” kata Husnizar beranalogi.

Yang membuat Husnizar lebih gusar adalah inkonsistensi yang ditunjukkan Nurdin. Kata dia, seharusnya semangat Nurdin Basirun sama ketika dulu hendak dicalonkan oleh partai-partai politik pengusung.

Husnizar menyarankan agar Nurdin dalam bekerja menentukan nama calon wakil gubernur menghindarkan dari segala polemik-polemik yang bisa saja menimbulkan disintegrasi dan gesekan-gesekan politik.

“Saya berharap tak ada yang buang badan. Energi kita terlalu banyak habis dengan hal-hal yang seharusnya mudah untuk dilakukan,” ujar Husnizar. (aya/ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar