Curi Ikan di Anambas, KP Bisma 8001 Tangkap Lima Kapal Ikan Vietnam

502
Pesona Indonesia
Lima kapal nelayan Vietnam ditangkap KP Bisma 8001 karena mencuri ikan di Perairan Anambas. Foto: istimewa
Lima kapal nelayan Vietnam ditangkap KP Bisma 8001 karena mencuri ikan di Perairan Anambas. Foto: istimewa/PSDKP

batampos.co.id – KP Bisma 8001 kembali menangkap kapal ikan asing asal Vietnam yang kedapatan mencuri ikan di perairan Anambas.

Kelima kapal yakni BV 97909 TS dengan kapten kapal Nguyen Van Pai, BD 95405 TS dengan kapten kapal Ganhiem, BD 97592 TS, dengan kapten kapal Ly Van De, BD 50405 TS dengan kapten kapal Vo Fan Si dan BD 96127 TS dengan kapten kapal Phap.

Pada pemeriksaan awal kelima kapal itu ternyata juga tidak dilengkap dengan dokumen resmi dari pemerintahan Indonesia.

Dari hasil tangkapan itu selain petugas mengamankan lima kapal, petugas juga mengamankan beberapa jenis alat bukti mulai dari jaring, 100 kg cumi kering, 290 kg ikan berbagaimanam jenis ikan dan barang bukti lainnya.

Untuk proses hukum lebih lanjut hasil tangkapan tersebut diserahkan kepada pihak Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang ada di Antang kecamatan Siantan.

Kapten KP Bisma 8001 AKBP. Handoyo Santoso, menjelaskan awal mula penangkapan itu bermula ketika kapal asing yang sedang mencari ikan diperairan Indonesia tersebut terdeteksi radar Selain itu pihaknya juga mendapatkan informasi dari nelayan lokal bahwasanya ada pencurian di perairan Natuna Anambas.

Setelah itu KP Bisma langsung menindaklanjuti informasi tersebut dan menuju lokasi yang dimaksud.

“Setelah melihat sasaran kita langsung mengejar sasaran,” ungkapnya kepada wartawan Senin (28/11/2016).

Diakuinya setelah sampat dilokasi sebenarnya ada delapan hingga tujuh nelayan. Namun yang berhasil ditangkap 5 kapal saja sementara itu kapal lainnya berhasil kabur.

“Mereka sudah melewati batas perairan Indonesia jadi tidak bisadikejar lagi,” jelasnya.

Dijelaskannya, pada saat penangkapan tidak ada satupun dari kapal asing itu melakukan perlawanan.

“Tembakan peringatan ada tapi sebatas SOP saja, mereka tidak melakukan perlawanan,” ungkapnya.

Menurutnya dengan penangkapan ini sudah termasuk efektif karena paling tidak bisa memberikan efek jera kepada nelayan asing.

“Buktinya dulu ramai nelayan asing tapi sekarang ini sudah jarang. Kalau sekarang ini mereka nyuri-nyuri kelengahan petugas,” jelasnya.

Selama menangkap kapal asing, kata handoyo, pihaknya belum pernah menemukan narkoba didalam kapal. “Belum pernah kita temukan narkoba,” tutupnya. (sya)

Respon Anda?

komentar