Kanwil Kemenkumham Bantah Persulit Polisi Masuk ke Lapas Tanjungpinang

242
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Kepri akan mengecek kebenaran terkait pengakuan Sh, kurir narkoba yang di tangkap Polda Kepri,di Pelabuhan barang Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun, Senin (21/11) lalu, yang mengatakan bahwa pemesan narkoba jenis sabu seberat 500 gram sabu dan 920 metilon dari narapidana di Lapas Kelas IA, kilometer 18 Tanjungpinang.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri, Ohan Suryana melalui Humasnya, Rinto Gunawan, mengatakan pihaknya akan mengecek terlebih dulu. Sebab Lapas di batu 18 Kijang ada dua yakni Lapas umum dan Lapas Narkotika.

”Itu Lapas mana, siapa warga binaan yang pesan narkoba,”ujar Rinto, saat dihubungi koran Batam Pos, Senin (28/11) malam.

Sementara terkait apa yang disampaikan Kapolda Kepri, terkait kesulitannya anggota Polri masuk dan memeriksa pemesan barang haram asal Malaysia tersebut didalam Lapas pun di bantah Rinto. Sebab Kemenkumham sudah meneken Mou bersama Polda Kepri dan BNN untuk sama-sama memberantas peredan narkotika.

”Misalnya mereka nangkap orang di luar, nah ketika itu disebut barang dari dalam Lapas. Kami terbuka dan tidak ada masalah  jika mereka mau memeriksa warga binaan yang disebutkan. Malah kami mendukung. Namun, yang penting harus ada koordinasi.,”kata Rinto.

Dilanjutkan Rinto, saat ini narapida di Lapas 18 Kijang tidak ada yang bisa menggunakan ponsel. Sebab saat ini pihaknya telah memasang alat penghilang sinyal (jammer) di lapas tersebut.

”Penggunaan Handpone hanya bisa melalui wartel khusus Lapas dan itu pun bisa kami monitor. Siapa warga binaan yang menggunakan Wartelsuspas bisa di cek dari buku jurnal harian mereka. Untuk napi kasus narkoba didaerah mereka di bloknya juga dipasang jammer,”kata Rinto.

Seperti diketahui, Polda Kepri berhasil mengamankan Sh saat membawa 500 gram sabu dan 920 metilon di Pelabuhan barang Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun. Sh yang berperan sebagai kurir disuruh membawa barang haram tersebut oleh salah satu napi di Lapas Tanjungpinang.

Namun, saat diendus pihak Kepolisian adanya pemesan dan juga diduga pengedar narkoba di Lapas Tanjungpinang, Polisi kesulitan masuk kedalam Lapas. Berbagai alasan diungkap pihak Lapas agar Polisi tak masuk dan memeriksa pemesan barang haram itu.

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian merasa sikap yang ditunjukan pihak Lapas sangat tidak Koperatif. Padahal digalakan seluruh instansi membantu pemberantasan narkoba dan ini sangat disayangkan. (ias)

Respon Anda?

komentar