Nelayan Tewas di Laut dengan Kondisi Kepala Remuk

330
Pesona Indonesia
Alis bin Jalil nelayan Pulau Tanjungkubu, Belakangpadang ditemukan tewas mengambang dengan kondisi kepala pecah dan luka di sejumlah bagian tubuh di perairan Pulau Buluh, Sagulung, Senin (28/11/2016). Foto: eusebius/batampos
Alis bin Jalil nelayan Pulau Tanjungkubu, Belakangpadang ditemukan tewas mengambang dengan kondisi kepala pecah dan luka di sejumlah bagian tubuh di perairan Pulau Buluh, Sagulung, Senin (28/11/2016). Foto: eusebius/batampos

batampos.co.id – Alis bin Jalil nelayan Pulau Tanjungkubu, Belakangpadang ditemukan tewas mengambang dengan kondisi kepala pecah dan luka di sejumlah bagian tubuh di perairan Pulau Buluh, Sagulung, Senin (28/11/2016) sekitar 07.00 WIB.

Pria 27 tahun itu diduga ditabrak speed boat atau kapal misterius berkecepatan tinggi. Pompong yang digunakan korban juga hilang dan belum ditemukan sampai siang kemarin.

Informasi yang didapat, ayah satu anak itu diduga ditabrak di perairan antara pulau Buluh dan pulau Boyan, pada Sabtu (26/11/2016) malam. Menurut keterangan sejumlah nelayan lainnya, sekitar pukul 21.30 WIB terdengar ada benturan keras.

“Ada benturan keras malam itu. Tapi kami tak curiga karena benturan seperti itu sering terjadi di lokasi galangan kapal yang ada di dekat-dekat sini,” kata Ahmad, salah seorang nelayan pulau Buluh.

Menurut Zulkarnaen paman Alis, sebelum dinyatakan hilang dan ditemukan tewas, Sabtu sore lalu, Alis menuju pulau Buluh dari pulau Tanjungkubu untuk mengantar salah satu anggota keluarganya menggunakan kapal pancung.

“Sabtu sore dia memang ada antar orang ke pulau Buluh dan tak pulang-pulang sampai ditemukan jadi mayat,” kata Zulkarnaen.

Alis sempat dinyatakan hilang selama dua malam sebelum akhirnya ditemukan tewas, kemarin pagi. “Kami sudah cari baik di laut ataupun didarat tapi tak ketemu,” ujar Zulkarnaen.

Saat ditemukan, kondisi Alis cukup mengenaskan. Kepalanya pecah dengan bekas luka robek yang memanjang dari atas kepala sampai ke bagian wajah. Begitu juga di dada dan bahunya penuh luka robek. Diduga luka-luka tersebut akibat benturan saat kapal kayunya ditabrak oleh kapal berkecepatan tinggi.

“Kalau dugaan kami speed boad atau kapal berkecepatan tinggi yang tabrak. Tapi itu tadi tak ada yang melihat pasti kejadian itu,” kata Zulkarnaen lagi.

Selama ini di lokasi periaran itu katanya, memang selalu ramai dengan aktifitas kapal besar yang keluar masuk ke perusahaan galangan kapal ataupun kapal speed boad berkecepatan tinggi. Kemungkinan besar kapal Alis ditabrak oleh speed boad- speed boad yang kerap melewati periaran itu, umumnya selalu berlayar di malam hari dengan kecepatan tinggi serta tak memiliki lampu.

Speed Boad РSpeed Boad seperti itu biasanya  Speed Boat yang mengangkut barang selundupan sehingga memang harus berlayar di malam hari dan dalam kondisi gelap untuk menghindari pantauan petugas keamanan.

Jenazah Alis mulanya sudah dievakuasi oleh anggota keluarganya dan dibawa ke rumah Syariah, orangtua Alis di pulau Lingka. Namun karena melihat kondisi kematian korban yang tak wajar, keluarga akhirnya melapor ke Polsek Batuaji.

Bersama tim inafis dari Polresta Barelang, jenazah korban diambil dari rumah orangtuanya dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Mapolda Kepri untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, Noviyanti isteri Alis tak kuasa menahan tangis saat jenazah suaminya hendak dibawa oleh pihak kepolisian. Ibu satu anak itu terlukai lemas seolah tak percaya dengan kenyataan yang harus diterimanya itu.

“Kenapa suami saya mak. Kok jadi begini. Bagaimana nasib saya dan anak saya nanti,” tangis wanita yang akrab disapa Wil itu.

Noviyanti dilanda duka yang mendalam. Begitu juga kedua orangtua Alis terlihat sangat terpukul dengan kepergian Alis. Tak banyak komentar yang dilontar dari mulut keluarga Alis. Mereka hanya bisa menangis saat jenazah Alis digotong ke dalam pompong untuk dibawa ke Mapolda Kepri.

“Pak polisi tolong cari siapa yang tabrak anak kami ini,” ujar seorang pria yang ada dalam rombongan keluarga sebelum jenazah Alis diberangkatkan.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko saat di lokasi rumah duka menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Namun dari informasi awal yang diterimanya, diduga memang Alis adalah korban laka laut.

“Diduga korban tabrak lari dari kapal berkecepatan tinggi. Kami belum pastikan jenis dan kapal apa yang menabraknya karena harus didalami lagi,” ujar Sujoko.

Alis sebelum ditemukan tewas kata Sujoko memang sedang berada di laut menggunakan kapal kayu. Namun kapal kayu yang digunakan Alis juga hilang dan belum ditemukan sampai siang kemarin.

“Kapalnya juga hilang. Kemungkinan sudah tenggelam ke dasar laut,” kata Sujoko. (eja)

Respon Anda?

komentar