Pelayanan Rawat Jalan Sudah Selesai, Antre Maksimal 20 Menit

582
Pesona Indonesia
RSUD Karimun kini berstatus  Badan Layanaan Umum Daerah (BLUD). foto:tri haryono/batampos
RSUD Karimun kini berstatus Badan Layanaan Umum Daerah (BLUD). foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Zulhadi yang baru menjabat 1,5 bulan,  berkomitmen untuk membawa perubahan terhadap pelayanan di rumah sakit.

Salah satu paling mendasar yang sering dikeluhkan oleh masyarakat yaitu sistem pelayanan rawat jalan yang cukup memakan waktu hingga satu jam sampai satu setengah untuk satu orang pasien yang ingin pemeriksaan.

“Sekarang cukup 20 menit antri, sudah mendapatkan nomor yang dituju ke dokter mana bagi pasien berobat di sini. Anda bisa langsung cek. Jadi begitu dokter datang, pasien tidak menunggu lama dan kita pasti pukul 09.00 WIB sudah mulai praktek,” jelas Zulhadi, Senin (28/11/2016).

Kemudian, pihaknya juga telah mengumpulkan para dokter dan berkomitmen akan tetap meningkatkan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Termasuk 250 perawat yang terus diberikan pelatihan dalam pelayanan terhadap pasien, sehingga benar-benar pasien diberikan kenyamanan saat dirawat di RSUD Muhammad Sani. Serta, diminimalisir bagi pasien untuk mengambil obat yang sudah tersedia di apotek rumah sakit.

“Intinya, saya ingin membenahi semua sektor yang ada di RSUD Muhammad Sani. Ya, tidak sekaligus langsung namun secara bertahap. Pokoknya, kita prioritaskan pelayanan kesehatan tahun ini,” ucapnya.

Masih kata Zulhadi lagi, untuk peralatan medis juga terus dilakukan penambahan. Salah satunya, peralatan CT Scan yang baru dan alat ekokardiografi atau USG jantung merupakan suatu alat penting untuk mengevaluasi struktur dan fungsi dari jantung dan pembuluh darah yang terkait. Bagi dokter spesialis jantung yang sudah ada di rumah sakit.

“Kedua alat baru tersebut akan tiba akhir tahun ini. Sesuai dengan slogan kita yaitu cepat, tepat, ramah dan senyum,” paparnya.

Pada tahun 2017 mendatang, pihaknya sudah menganggarkan untuk melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik di seluruh Rumah Sakit. Seperti, ruang pendingin, dinding yang bocor, kamar mandi dan sebagainya pada tahun 2017 mendatang. Sehingga, RSUD Muhammad Sani benar-benar Rumah Sakit yang didambakan oleh masyarakat kabupaten Karimun.

“Pokoknya, semua kita benahilah. Biar rumah sakit ini benar-benar menjadi kebanggaan semua elemen masyarakat,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, antrian berobat rawat jalan sudah mulai terjadi perubahan. Sejak pagi, sudah tidak ada antrian yang cukup panjang. Dalam waktu tidak terlalu lalu, para pasien yang ingin berobat terus dipanggil. ”Alhamdulillah, sekarang tidak lama antri bang,” kata Ika salah seorang warga Meral. (tri)

Respon Anda?

komentar