Pemda Resmikan Dermaga dan Kapal Penyeberangan Siantan Tengah-Palmatak

517
Pesona Indonesia
Peresmian dermaga penyeberangan Siantan Utara dan Palmatak, Senin (28/11/2016). Foto: istimewa
Peresmian dermaga penyeberangan Siantan Utara dan Palmatak, Senin (28/11/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Dermaga dan Kapal Penyeberangan yang menghubungkan Kecamatan  Siantan Tengah dan Palmatak resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sahtiar,  Senin (28/11/2016).

Peresmian ditandai pemukulan Gong dan pemotongan pita. Sahtiar bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ikut dalam rombongan melakukan ujicoba pelayaran.

Sahtiar, berharap, hadirnya Kapal Penyeberangan ini dapat membuka akses transportasi dan perekonomian masyarakat baik itu kecamatan Palmatak maupun kecamatan Siantan Tengah.

Diakuinya, sebenarnya untuk menghubungkan pulau pulau itu akan dibangun jembatan, yakni dari Kecamatan Siantan kecamatan Siantan Tengah, Siantan tengah ke Kecamatan Palmatak.

“Namun dengan keterbatasan dana belum dapat dilaksanakan, dan hadirnya Roro penyeberangan ini menjadi salah satu solusinya,” ungkap Sahtiar dalam sambutanya.

Sahtiar meminta Dinas Perhubungan untuk mencari regulasi yang tepat agar anak sekolah yang menggunakan roro tersebut dapat digratiskan. Pada kesempatan itu juga, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menjaga aset negara itu agar dapat dipergunakan dengan maksimal.

“Saya minta sama-sama pengawasan dari masyarakat agar aset berharga kita ini dapat dinikmati oleh masyarakat. Soalanya sudah ada beberapa kejadi seperti lampu rambu laut yang beberapanya hilang dan ini mesti kita jaga,” tuturnya.

Meski saat ini sudah ada roro namun bukan berarti pembangunan akan berhenti disini saja. Kedepan pemerintah daerah tetap akan melakukan pembangunan disisi lainnya.

“Kita tetap akan melakukan pembangunan dibidang lain seperti keterkaitan dengan jalan dan sebagainya,” tutupnya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Masykur mengatakan, pembangunan Roro ini menggunakan Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp7.6M yang dikerjakan oleh PT Bintanika Jaya tahun Anggaran 2016.

“Sebenarnya pengejaanya pada tahun 2015 namun keterbatasan dana hal ini tidak dapat dilakukan,” ungkapnya. (sya)

Respon Anda?

komentar