Pemkab Lingga Usulkan 7 Zona Inti Koservasi Coremap

210
Pesona Indonesia
Terumbu Karang di Desa Benan, Lingga. Foto: istimewa
Terumbu Karang di Desa Benan, Lingga. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah menetapkan tujuh zona inti kawasan konsevasi, di perairan Lingga. Ketujuh zona itu diusulkan kembali untuk ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Namun, sehubungan kewenangan kelautan sesuai undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 diambil alih Provinsi, maka Pemkab Lingga berperan mengusulkan titik zona inti itu ke KKP melalui dinas terkait di Provinsi Kepri.

“Kemarin kami telah melakukan pemantapan kembali kajian titik-titik zona inti untuk SK usulkan ke Provinsi. Nanti peran provinsi lagi mengajukan ke KKP untuk penetapan zona inti ini,” ujar┬áKabid Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Lingga, Indra Rukian, kepada Batam Pos, Senin (28/11/2016).

Pemkab Lingga sendiri terangnya melalui kegiatan Coremap sejak tahun 1999 telah melakukan upaya penyelamatan terumbu karang.

Tujuh titik wilayah konservasi Lingga dikatakan Inrda berada dikawasan Kecamatan Senayang dan kecamatan Lingga Utara. Diataranya:

  1. Pulau Katang desa Benan,
  2. Desa Mamut,
  3. Pulau Buaya desa Batu Belobang,
  4. Desa Tajur Biru,
  5. Desa Penaah,
  6. Desa Sekanah,
  7. Desa Limbung.

“Usulan dan pemantapan kawasan konservasi perairan daerah ini sudah dilakukan kajian sejak 2015 lalu. Total kawasan inti yang diusulkan 2,04 persen dari luas zona perikanan berkelanjutan, pemanfaatan dan zona lainnya,” terang Indra.

Indra berharap, usulan dan penetapan kawasan konservasi zona inti kedepan dapat memberikan pengelolaan yang lebih terarah. Sebab, zona inti sendiri kata Indra terbatas oleh aktivitas tangkap nelayan. Zona inti merupakan kawasan perlindungan yang hanya boleh dimanfaatkan untuk penelitian.

“Kalau sudah ditetapkan KKP sesuai usulan kami didaerah yang telah melakukan kajian bersama berbagai pihak, artinya pengelolaan kedepan lebih terarah. Wilayah pulau Katang tetap masuk diusulkan kawasan inti. Jauh sebelum rencana daerah merelokasi pulau Katang untuk resort,” sambung Indra.

Meski awalnya masyarakat khawatir dengan penetapan kawasan inti karena tidak bisa dimanfaatkan untuk ekonomi masyarakat, namun setelah dilakukan sosialisasi dan pemantapan lembaga-lembaga dilapangan, manfaat kawasan inti kata Indra akan sangat baik guna penyelematan terumbu karang dan hasil laut yang berkelanjutan bagi nelayan.

“Ini akan sangat bermanfaat. Dengan menjaga kawasan perairan, perikanan berkelanjutan dapat terus terjaga,” pungkasny. (mhb)

Respon Anda?

komentar