Polda Kepri Data Mafia Lahan

713
Pesona Indonesia
Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian.
Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian.

batampos.co.id – Langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam memberangus praktik mafia lahan di Batam mendapat dukungan Polda Kepri. Kapolda Kepri Brigjend Pol Sam Budigusdian menyebut, pihaknya sudah memiliki nama-nama pihak yang diduga menjadi mafia lahan selama ini.

“Kami telah bertukar informasi dengan BP Batam terkait lahan ini,” kata Sam, Senin (28/11).

Menurut Sam, ada beberapa indikator untuk mendeteksi keberadaan mafia lahan. Di antaranya adalah mencari tahu pemilik lahan tidur di Batam.

Kapolda menduga, keberadaan lahan tidur di Batam merupakan bentuk kesengajaan dari pengusaha yang mendapat alokasi lahan tersebut. Mereka sengaja tidak memanfaatkan lahan tersebut supaya bisa dijualbelikan.

Sam juga mengatakan, pihaknya sudah mendapat data terkait titik lahan tidur dari BP Batam. Dari data itulah Polda menelisik siapa pemiliknya dan menelusuri ada tidaknya kesengajaan pemilik lahan membiarkan lahannya terbengkalai meski sudah bertahun-tahun dialokasikan oleh BP Batam.

“Kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.

Sam menduga, para mafia lahan inilah yang menggerakkan massa untuk demo menentang kebijakan kenaikan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO), beberapa waktu lalu.

“Yang menggerakkan ya mafia lahan itu. Mereka takut dengan kebijakan tegas BP Batam,” katanya.

Dalam pertemuan dengan BP Batam beberapa waktu lalu, terungkap cukup banyak persoalan lahan di Batam. Selain masalah mafia lahan, kata Sam, BP Batam juga menyebut banyak permainan oknum pejabat lama BP Batam dalam proses alokasi lahan. Misalnya, ada beberapa titik lahan yang sebenarnya masuk kawasan hutan lindung, tetapi diberikan kepada pengusaha.

Selain itu, lanjut Kapolda, BP Batam juga memaparkan banyaknya tumpang tindih alokasi lahan di Batam. Kasus ini harus segera ditindaklanjuti karena berpotensi menciptakan konflik. Baik antarpengusaha, maupun pengusaha dengan masyarakat. (ska)

Respon Anda?

komentar