Ayu Pukul kepala Neli dengan Linggis, Jasadnya Ayu Kubur di Kamarnya Sendiri

1270
Pesona Indonesia
GARA-GARA SAKIT HATI: Jasad Neli Agustin, 19 warga Payo Tanahgaram, Kota Solok saat tiba di RS Bhayangkara Polda Sumbar, Kota Padang, untuk diotopsi, kemarin. foto: khairian/padang ekspres
 Jasad Neli Agustin, 19 warga Payo Tanahgaram, Kota Solok saat tiba di RS Bhayangkara Polda Sumbar, Kota Padang, untuk diotopsi, kemarin.
foto: khairian/padang ekspres

batampos.co.id РNeli Agustin, 19,  ditemukan sudah tak lagi bernyawa. Dia dikubur di dalam kamar teman karibnya, Ayu Permata Sari, 23.

Kematian gadis yang tinggal di Payo Tanahgaram, Solok, Sumbar, itu terungkap dari laporan pelaku beserta keluarganya kepada Polres Kota Solok Senin pukul 21.00 (28/11).

Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan ke rumah pelaku di Kandang Aua, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.. Ternyata benar, di sana ditemukan jasad yang dikubur di dalam kamar.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Ayu membunuh korban yang datang ke rumahnya pada Jumat (25/11) sekitar pukul 12.30. Korban dihabisi dengan cara dipukul linggis dua kali di kepalanya. Ayu mengaku sakit hati kepada temannya itu.

Karena panik, korban dikubur di dalam kamar pelaku. Selama beberapa hari, Ayu masih tenang-tenang saja.

Namun, pada Minggu malam, tersangka merasa dihantui atas perbuatannya. Dia lantas memberi tahu adiknya, kemudian memberi tahu ibu dan sang paman. Lantas, keluarga melaporkannya kepada kepolisian setempat.

Polisi yang sejatinya tak percaya begitu saja langsung bergerak ke rumah tersebut. Benar, korps baju cokelat itu menemukan jasad Neli. Polisi segera memberitahukan kepada keluarga korban.

Sementara itu, Armita, 42 ibu korban mengaku kaget dengan kejadian tersebut.

“Pada Jumat itu, anak saya minta izin mau pergi ke pasar bersama temannya. Dia meminta uang kepada saya Rp 50 ribu. Ayahnya memberikan uang Rp 100 ribu,” ujar Armita, 42, ibu korban, saat ditemui di RS Bhayangkara Padang.

“Sabtu saya sempat mengunjungi rumah Ayu karena memang keseharian mereka itu sudah berteman akrab. Saya pikir Neli ada di tempatnya. Namun, Ayu mengatakan anak saya tidak ada di sana,” terangnya.

Dilanjutkannya, Armita baru mengetahui anaknya di bunuh karena laporan kepolisian telah menemukan anaknya. “Menjelang subuh polisi datang ke rumah saya dan mengatakan saat ini anak saya berda di RS Solok, sampai di sana saya tidak diperkenankan melihat jasad Neli, hingga sampai di sini (RA bhayangkara, red)” sebut Armita dengan deraian air mata.

Armita tidak menyangka hal itu akan dilakukan oleh teman anaknya sendiri, karena tersangka sudah sering berkunjung dan menginap di rumah korban.

“Ayu itu sudah sering ke rumah dan sudah seperti anak saya. Memang dia agak tomboy dan sama bekerja di Bukittinggi. Namun sudah beberapa bulan ini mereka tidak kembali ke sana, dan saya tidak menduga ia akan melakukan hal seperti ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Solok Kota, AKP Rahmad Natum, menjelaskan pihaknya telah melakukan penyelidikan karena laporan dari tersangka beserta pamannya ke kepolisian. “Tersangka datang bersama pamannya untuk mengakui kesalahannya, dari keterangan tersangka, ia melakukan itu karena lantaran sakit hati kepada korban,” ujarnya.

Setelah diminta oleh pihak kepolisian, tersangka menunjukkan jenazah korban yang dikubur di samping tempat tidurnya.

“Saat kita temukan, jenazah korban masih dalam keadaan utuh dan telah membusuk,” sebut Kasat reskrim. (cr17/c19/ami)

Respon Anda?

komentar