Lettu Abdi Darnain, Korban Selamat Heli Jatuh, Kaki Patah, Wajah Luka, Bertahan 75 Jam Tanpa Makan dan Minum

231
Pesona Indonesia
Letnan Satu CPN Abdi Darnain (terbaring) saat dievakuasi dari lokasi jatuhnya Helikopter TNI di Kalimatan Utara. Foto: istimewa/jpnn
Letnan Satu CPN Abdi Darnain (terbaring) saat dievakuasi dari lokasi jatuhnya Helikopter TNI di Kalimatan Utara. Foto: istimewa/jpnn

batampos.co.id – Jika Allah berkehendak, sesulit apapun cobaan yang diterima sesorang pasti bisa dilewati. Bukan sesuatu yang sulit bagi Allah untuk menyelamatkan hambanya dari musibah.

Ya, itulah yang dialami oleh Letnan Satu CPN Abdi Darnain. Dia menjadi satu-satunya kru helikopter Bell 412 EP milik TNI AD yang selamat setelah jatuh di jurang Long Sulit, Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Empat kru lainnya, yakni Yohanes Saputra (Penerbang I), Ginas Sasmita (Penerbang (II), Bayu Sadeli (Mekanik), dan Suyanto (Mekanik), ditemukan tewas.

Namun, perjuangan Abdi sungguh berat. Dia bertahan di hutan belantara dengan kondisi terbaring di antara puing helikopter selama 75 jam. Pria 29 tahun itu juga tak bisa makan dan minum.

Selain itu, abdi negara asal Medan tersebut mengalami luka di wajah. Kaki kirinya patah.

Setelah ditemukan tim evakuasi, Abdi langsung dibawa ke Rumah Sakit Ilyas milik TNI Angkatan Laut di Jalan RE Martadinata, Senin (28/11/2016).

“Saat ini kondisi Lettu Abdi Darnain sudah bisa bicara, cuma masih lemas. Kaki kirinya patah dan sudah dioperasi,” ungkap Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Dia menambahkan, Abdi merupakan salah satu petugas squadron yang ada di Jakarta dan ditempatkan di Tarakan.

Sementara itu, sang istri Zahrina berada di Aceh bersama orang tuanya.

“Saya sangat prihatian, karena dari informasi beliau, anaknya baru berumur sembilan bulan. Saat saya ditanya bagaimana dia bisa selamat, Lettu Abdi masih dalam kondisi lemas dan tidak mengingat peristiwa saat dia jatuh dari helikopter,” lanjutnya.

Menurut Irianto, Abdi dirawat sendirian di ruang Derawan dengan harapan perawatannya bisa lebih intensif.

Irianto juga kagum dengan solidaritas anggota TNI yang ditunjukkan dalam insiden ini.

“Sampai teman-teman dan jajaran petinggi TNI datang untuk menjenguk, saya sangat salut,” bebernya.

Letnan Satu CPN Abdi Darnai bersama istri. Foto: istimewa
Letnan Satu CPN Abdi Darnai bersama istri. Foto: istimewa

Irianto juga memuji semangat Abdi yang sempat mengalami situasi sangat pelik.

“Menurut penjelasan dari Dokter Pujo, Lettu Abdi ini selama 75 jam tidak makan dan minum, sehingga mengalami dehidrasi berat,” ujarnya.

“Kalau ini ada di posisi kita, kata Dokter Pujo mungkin tidak akan sanggup, dengan kondisi luka dan tidak makan ataupun minum. Namun, karena tentara, dia sudah terlatih dan saat itu dia memang pingsan,” tuturnya. (rury jamianto/ash/jos/jpnn)

Respon Anda?

komentar