Pesan Pizza Dintar seekor Rusa, Ya di Jepang Tempatnya

264
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Bila Anda ada di Hokkaido, Jepang Desember ini lalu pesanantar pizza, Anda akan rasakan sensasi beda, pesanan Anda diantar seekor rusa.

Yup, natal sudah dekat. Salah satu hal yang identik dengan perayaan tersebut adalah reindeer alias rusa kutub. Di banyak cerita, hewan bertanduk yang kebal dingin itu merupakan penarik kereta Sinterklas. Nah, di Jepang, reindeer bakal bertugas sepanjang Desember nanti. Bukan sebagai pengantar hadiah Sinterklas. Melainkan pengantar pizza.

Ide itu muncul dari salah satu restoran franchise pizza di Jepang. Selama musim dingin, para rusa kutub bakal menjadi bagian tim delivery service restoran itu di Hokkaido, pulau paling utara Jepang.

”Kami bekerja sama dengan peternak reindeer dan Pusat Riset Layanan Antar Terpadu Hokkaido buat program itu,” rilis pihak restoran di situs resminya.

Untuk program tersebut, para rusa pengantar bakal dipasangi GPS (global positioning system). Tujuannya, para konsumen bisa melacak posisi pesanan.

”Tim kami sudah melatih para rusa selama setengah tahun terakhir,” papar pihak restoran.

Seperti motor delivery service, para rusa bakal dipasangi boks dan peralatan penunjang. Demi keamanan, pihak restoran sudah menyiapkan standar beban angkut dan jarak tempuh maksimal buat delivery guys. Eh, reindeer.

Pihak restoran menjelaskan, upaya itu bukan sekadar keren-kerenan menjelang Natal.

”Ini juga antisipasi musim dingin mendatang yang bakal lebih ‘beku’ karena efek La Nina,” sambungnya.

Khususnya di Hokkaido, mengutip ramalan cuaca setempat, suhu diprediksi mencapai -7 derajat Celsius. Rusa kutub yang tahan dingin dinilai sebagai opsi yang tepat.

Dengan perubahan sistem, mungkin bukan cuma rusanya yang wajib dilatih. Tapi juga para calon konsumen yang bakal menggunakan delivery service. Sebab, pengantar barunya tidak paham hitung-hitungan. Bisa jadi, duit Anda ditilep tanpa diberi kembalian. Atau yang lebih parah, dikremus lantaran dikira camilan. (Telegraph/fam/c11/ang)

Respon Anda?

komentar