Tung Desem: Bangkitkan Pariwisata Itu Ide Revolusioner

Merespons Semangat Presiden Joko Widodo Genjot Sektor Pariwisata (6)

220
Pesona Indonesia
Tung Desem Waringin saat memberi motivasi pada pelaku pariwisata di Batam-Bintan di Hotel Novotel Batam, Senin (28/11/2016). Foto: kemenpar
Tung Desem Waringin saat memberi motivasi pada pelaku pariwisata di Batam-Bintan di Hotel Novotel Batam, Senin (28/11/2016). Foto: kemenpar

batampos.co.id – Istilah “revolusioner” dan “dahsyat” itu memang akrab dengan pamor motivator paling heboh di tanah air, Tung Desem Waringin. Konsultan, penulis, dan pengusaha kelahiran Solo, 22 Desember 1968 yang kaya trik marketing itu memberi dua jempol untuk Presiden Joko Widodo.

Jempol itu diberikan setelah mendengar statemen tegas dan jelas, bahwa pariwisata bakal digas penuh menjadi core economy bangsa Indonesia, dengan menaikkan budget promosi 4-5 kali lipat dari sebelumnya.

Kata-kata Presiden Jokowi itu disampaikan dalam acara Kompas 100 CEO Forum di JCC Senayan, Jakarta, 24 November 2016. Lalu diulang lagi soal target 20 juta wisman di 2019 dalam forum sosialisasi Tax Amnesty Periode II di Hotel Clarion Makassar, Sulsel, Jumat, 25 November 2016. Berkali-kali presiden fokus berbicara dengan tema, itu menunjukkan keseriusannya akan sector pariwisata.

“Sungguh, membangkitkan pariwisata adalah ide yang dahsyat dan revolusioner,” ujar Tung Desem Waringin yang buku karyanya berjudul “Financial Revolution” mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia, MURI, sebagai buku inspirasional pertama dengan penjualan 10.511 buah saat hari pertama diluncurkan tahun 2005.

Tung Desem yakin, jika komitmen orang nomor satu di negeri ini sudah serius dan bulat membesarkan pariwisata, pasti akan terjadi. Karena semua Kementerian, Lembaga dan Instansi terkait pasti akan support. Industri yang berada di bawahnya, juga akan lebih serius mengembangkan bidang ini, karena arah kebijakan pemerintah sudah pasti, menuju pada pembenahan di sektor pariwisata.

“Data-data yang dipaparkan Pak Menpar Arief Yahya itu sudah sangat jelas. Hanya pariwisata yang trendnya naik, bahkan dibandingkan dengan Minyak dan Gas Bumi (Migas), batu bara dan minyak kelapa sawit, pertumbuhan Pariwisata paling signifikan. Ketika sumber devisa lain sedang turun, nariwisata naik dan sustainable, maka pilihan mengembangkan pariwisata itu tidak bisa terbantahkan,” kata Tung yang juga sukses dengan buku kedua, berjudul “Marketing Revolution.” Buku yang memecahkan rekor buku pertama –Financial Revolution– dengan laku lebih dari 39.000 unit saat diluncurkan di hari pertama.

Target 20 juta tahun 2019, dari start 9,3 juta di 2014, itu bukan angka sembarangan, kenaikan lebih dari 100 persen. Tung meminjam istilah yang dipopulerkan oleh Albert Einstein, tokoh fisika terbesar pada abad ke-20 yang menciptakan teori relativitas, E (energy) =M (massa) dikali C (kecepatan cahaya)2 itu menyebut, orang yang ingin mengharapkan hasil yang berbeda dengan menggunakan cara yang sama secara terus-menerus itu sama dengan “gila.”

“Kalau mau berubah, orang juga harus berubah! Itu kata-kata Albert Einstein. Pak Menpar Arief Yahya juga sering berkata, hasil yang luar biasa, hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa. Nah, apa yang ditargetkan 20 juta itu luar biasa, maka harus berubah dari cara yang lama, harus lebih dahsyat, harus lebih revolusioner,” ujar Tung Desem.

Nah, langkah presiden dengan concern di Pariwisata dan diwujudkan dengan komitmen untuk menaikkan budget promosi hingga 4-5 kali itu adalah langkah yang berbeda. Cara yang lain, yang banyak dipikirkan orang, untuk mendapatkan devisa besar, menyerap tenaga kerja banyak, dan sustainable.

Tung juga memuji konsep go digital yang dilakukan Kemenpar RI, dengan mengumpulkan semua excess capacity di industry, baik hotel, penyeberangan, penerbangan, atraksi, restoran, souvenir shop, dan lainnya lalu dibuat program cross selling. Dengan digital, konsep selling ini sangat mungkin dilakukan, sehingga customers tidak bisa menolak untuk tidak membeli service itu.

“Orang Singapore dan Malaysia itu, meskipun maju dan kaya raya, mereka tetap saja mencari diskon! Nah, dengan mengoptimalkan low seasons, semua diskon itu dikumpulkan dibuat program, maka mereka pasti datang ke Batam atau Bintan,” katanya di Novotel, Batam, saat sosialisasi Go Digital pada sekitar 170 industri Pariwisata di Kepri itu.

Cara ini pula yang biasa dia lakukan, dengan memberi diskon yang dinilai “tidak masuk akal.” Meskipun dia sudah berhitung dengan cross selling, dan dibuat hadiah yang membuat orang menarik.

“Pokoknya, kalkulatornya sampai rusak, gak akan ketemu rumus ini,” jelas Tung, yang pernah membuat trik pemasaran pada peluncuran buku kedua dan diliput media lokal hingga media mancanegara dengan melakukan aksi bagi-bagi uang dan tiket seminar senilai Rp 100 juta di Stadion Sepak Bola Baladika Kesatrian Serang, tahun 2008 itu.

Tung yakin dengan cara yang “edan-edanan” itu, pariwisata bisa bertumbuh double. Itu pula yang biasa dia lakukan sehingga terpilih sebagai The Most Powerful People In Business 2005 Versi Majalah SWA, Pembicara Terbaik di Indonesia, Motivator Terheboh & Pelatih Sukses No.1 di Indonesia Versi Majalah Marketing, dan ditempatkan di peringkat tertinggi di Majalah Pilar Bisnis edisi November 2002.

Jadi? “Cara jualannya juga harus dahsyat dan revolusioner!” ucap Tung Desem Waringin yang telah mengadakan seminar kepada lebih dari 500 ribu orang peserta itu. (inf)

Respon Anda?

komentar