Wako Batam Rudi Janjikan Perbaikan Drainase di Batam Mulai 2017

346
Pesona Indonesia
Ini bukan kolam renang atau arena off road, tapi ini jalan utama di Batam yang setiap hujan selalu banjir. Foto: cecep mulyana/batampos
Ini bukan kolam renang atau arena off road, tapi ini jalan utama di Batam yang setiap hujan selalu banjir. Foto: cecep mulyana/batamposbanjir

batampos.co.id –  Batam masih langganan banjir tak hanya membuat wajah Batam buram, tapi juga membuat tidak nyaman serta mengganggu aktivitas.

Setiap kali hujan jalanan ataupun pemukiman warga kerap dilanda banjir. Banjir yang terjadi umumnya karena saluran drainase yang bermasalah mulai dari kurang maksimal hingga kondisi drainase yang rusak parah akibat tersumbat sampah dan tanah.

Menanggapi persoalan itu, wali kota Batam Muhammad Rudi, Se mengatakan, pihaknya akan segera mengambil tindakan dengan membenahi sistem drainase yang sudah ada ataupun yang belum ada.

“Tahun 2017 sudah mulai. Baik untuk perbaikan ataupun penambahan (saluran drainase baru),” ujar Rudi, saat menghadiri acara syukuran ulang tahun Batalyon Infateri (Yonif) Raider Khusus 136/ Tuah Sakti di Mako Yonih Raider 136 di jalan Trans Barelang, Batam, kemarin (19/11/2016).

Selama ini pemerintah kata Rudi, sudah mengkaji dan melihat langsung persoalan tersebut, sehingga memang perlu ada pembenahan sistem drainase. Pembenahan itu rencananya akan dianggarkan pada tahun 2017 mendatang untuk proyek normalisasi ataupun pengadaan saluran drainase yang baru.

“Tahun 2017 sudah mulai. Ada sekitar 50 titik lokasi banjir dan itu dibenahi secara bertahap,” ujar Rudi.

Kabag Humas Pemko Batam Ardi Winata menambahkan selain membenahi, pemko Batam juga akan mengalokasikan anggaran pengadaan alat berat yang mana nantinya akan digunakan sebagai penunjang proyek pembenahan ataupun perawatan drainase tersebut.

“Untuk melancarkan wacana ini, kita juga sudah mengikuti studi apresial bantuan dari Korea sebagai panduan nantinya,” ujar Ardi.

Wilayah Batuaji dan Sagulung sendiri ada puluhan titik lokasi banjir yang selalu direpotkan warga setiap hari hujan. Banjir tersebut tidak saja terjadi di jalan utama namun juga di pemukiman warga.

Persoalan banjir memang karena saluran drainase utama yang tak berfungsi normal. Saluran drainase umumnya sudah tak berfungsi karena rusak dan tersumbat sampah dan tanah.

Padahal di lokasi tersebut ada sejumlah saluran drainase utama yang dirancang dengan baik dan memuluki pembungan akhir yang tertata dengan baik, namun karena kurang perawatan sehingga memang tak bisa berfungsi dengan baik. (eja)

Respon Anda?

komentar