AJI Batam Pertanyakan Penggunaan Logo AJI di Workshop Jurnalistik Pemrov Kepri

177
Pesona Indonesia

aliansi-junalis-independenbatampos.co.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam resmi melayangkan surat keberatan kepada Panitia Workshop Jurnalistik, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Rabu (30/11/2016) siang.

Surat keberatan dilayangkan terkait penggunaan logo AJI pada kegiatan yang digelar di Hotel Aston, Tanjungpinang akhir pekan lalu.

“Dengan berbagai pertimbangan, serta dikuatkan dengan hasil rapat pengurus. AJI Batam-Tanjungpinang sudah melayangkan surat keberatan kepada Panitia Workshop Jurnalistik,” ujar Sekretaris AJI Batam, Jailani.

Dijelaskannya, AJI merupakan organisasi pers yang independen. Sesuai dengan peraturan organisasi, AJI tidak dibenarkan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) seperti Workshop Jurnalistik Disdik Kepri kemarin.

Ditegaskan Jailani, timbulnya keberatan ini, karena Panitia Workshop Jurnalis Kepri tidak pernah melakukan koordinasi untuk penggunaan logo AJI. Baik itu di baliho, spanduk, dan seragam kegiatan.

“Koordinasi yang sampai ke AJI Batam hanya sebagai Narasumber pada kegiatan tersebut,” tegas Jailani.

Jurnalis media harian di Provinsi Kepri itu, juga mengatakan pada pelaksanaan kegiatan, panitia hanya mengundang utusan-utusan dari masing-masing perusahaan pers. Bukan dari AJI. Menurut Jailani, dengan adanya logo AJI pada kegiatan tersebut, seolah mengisyaratkan AJI terlibat kerjasama penggunaan APBD dalam kegiatan itu.

“Keberatan yang kami layangkan hari ini, juga untuk menegaskan bahwa AJI tidak terlibat kerjasama. Hanya sebatas sebagai pembicara,” ucap Jailani.

Ditambahkannya, keputusan ini juga merupakan sikap tegas AJI yang selalu menjaga independensinya sebagai organisasi pers di Indonesia. Berangkat dari persoalan ini, somasi yang telah disampaikan juga ditembuskan ke AJI Indonesia, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, dan Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir.

“Kami berharap pemerintah daerah menghormati independensi AJI. Sehingga tidak sembarangan menggunakan atribut AJI dalam kegiatan apapun,”pangkas Jailani. (ias)

Respon Anda?

komentar