Anugerah Jembia Emas, Ajang Bergengsi untuk Seniman dan Budayawan

154
Pesona Indonesia
Aswandi Syahri, sejarahwan asal Tanjungpinang, Kepri. Foto: dok. Aswandi
Aswandi Syahri, sejarahwan asal Tanjungpinang, Kepri. Foto: dok. Aswandi

batampos.co.id – Tidak banyak jenis anugerah yang diberikan kepada budayawan dan seniman di Tanjungpinang. Dahulu pada akhir 1970-an, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pernah memberikan anugerah semacam ini.

Sejarawan Kepri Aswandi Syahri berkisah, anugerah tersebut kemudian diraih oleh Sutardji Calzoum Bachri, yang menyisihkan Said Husein dan Raja Abdul Razak sebagai dua nomine lain.

“Itulah anugerah pertama yang diterima Sutardji. Trofinya berupa patung rupa Chairil Anwar yang dibuat bapak saya,” tutur Aswandi, Rabu (30/11).

Lalu sejak itu, sambung Aswandi, berulang kali memang terus ada pemberian anugerah pada budayawan atau seniman. Namun sifatnya hanya sekali-sekala dan memang tidak pernah menjadi agenda rutin yang terus ada.

Kemudian ada Anugerah Bulang Linggi. Anugerah ini diberikan Dewan Kesenian Kepulauan Riau kepada seniman atau budayawan yang telah berjasa dan tunak dalam membangun kebudayaan. Lagi-lagi, sambung Aswandi, ini pun tidak berlangsung lama.

“Hanya ada dua penerima Anugerah Bulang Linggi, Tusiran Suseno dan Machzumi Dawood, yang keduanya sudah berpulang,” ujar Aswandi.

Lalu ada pula Pusat Latihan Seni Sanggam yang juga pada dua tahun sekali sempena perayaan ulang tahunnya, ikut menghibahkan anugerah kepada budayawan dan seniman yang berjasa.

Sehingga ketika Batam Pos Group menggulirkan program Anugerah Jembia Emas, Aswandi menilai, hal ini sebagai sebuah penjaga tradisi pemberian anugerah kepada para pelaku budaya dan pelaku seni di Kepulauan Riau. Bukan sesuatu yang bisa dianggap sebelah mata. Sebab, kata Aswandi, anugerah adalah sebuah bentuk nyata apresiasi kepada budayawan atau seniman yang senatiasa berkarya.

“Ada apresiasi, ada gengsi, ada penghargaan dari setiap anugerah. Begitu pula dengan Anugerah Jembia Emas yang diberikan akhir tahun ini,” ungkap Aswandi.

Dengan begitu, Aswandi membayangkan anugerah ini dapat memacu para pelaku budaya dan seniman lain untuk lebih giat berkarya. Sebab tidak semua bisa mendapatkannya dan memang perlu kerja keras dan cerdas untuk dapat dinyatakan sebagai penerima anugerah tersebut.

Terpisah, Direktur Yayasan Jembia Emas, Ramon Damora menuturkan, hingga hari ini sejumlah nama-nama budayawan atau seniman yang akan dinilai sebagai nomine penerima anugerah sudah mulai bermasukan.

“Itu sebuah bukti ada sambutan hangat dari masyarakat. Mereka cukup apresiatif dengan ikut mengirimkan nama-nama orang yang dinilai telah berjasa dalam memajukan kebudayaan Melayu,” kata Ramon.

Seluruh nama yang masuk, sambung Ramon, akan masuk ke tim penilai untuk kemudian dipilih 10 nama yang akan terdaftar sebagi nomine penerima Anugerah Jembia Emas 2016. “Kami sudah menunjuk tim penilai yang punya kapabilitas untuk melakukan penilaian dan penentuan 10 nama nomine tersebut,” tutur Deputi Batam Pos Group ini.

Ramon ingin menegaskan, bahwasanya Anugerah Jembia Emas 2016 yang baru pertama kali dihelat ini tidak membatasi calon penerimanya dari ranah kesusastraan saja. Melainkan sangat terbuka secara luas dari pelbagai jenis pengabdian pembangunan kebudayaan Melayu. Boleh jadi mereka adalah seorang musisi, penari, perupa, dramawan, peneliti kebudayaan, atau pun pelestari kebudayaan lain.

“Jadi tidak hanya seorang penulis atau penyair saja,” tegas Ramon.

Kemudian dalam proses pencarian nama ini pun dibuka untuk umum. Artinya boleh secara kelembagaan atau pun perorangan mengirimkan nama-nama yang sekiranya memenuhi kualifikasi untuk dimasukkan dalam 10 nomine penerima Anugerah Jembia Emas 2016. Upaya ini ditempuh agar ada keterlibatan kolektif antara Yayasan Jembia Emas selaku penaja acara dengan masyarakat luas selaku yang memiliki kebudayaan.

“Kami masih menunggu hingga seminggu ke depan. Karena rencananya sepuluh nama calon penerima Anugerah Jembia Emas 2016 akan kami umumkan di tanggal 5 Desember,” terang Ramon. Lalu penyerahan anugerah akan dilakukan di Tanjungpinang 15 Desember mendatang berbarengan dengan helatan Pertemuan Penyair Nusantara IX selama tiga hari ke depan. (muf)

Respon Anda?

komentar