Cemburu, Tebas Leher Istrinya, Khairul Ditembak Polisi

1349
Pesona Indonesia
Khairul saat dibekuk polisi tak lama setelah ia menebas leher istrinya hingga tewas. Foto: dok. batampos
Khairul saat dibekuk polisi tak lama setelah ia menebas leher istrinya hingga tewas. Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Kecemasan warga Ranai Natuna sejak pembunuhan sadis Wiwin,30, akhirnya hilang setelah pelakunya berhasil diungkap Polres Natuna, Rabu (30/11/2016).

Ternyata pelaku pembunuhan itu adalah Khairul, 36, suami korban sendiri. Khairul mengaku kalaf menebas leher istrinya dengan parang, Senin (28/11/2016) kemarin.

Akiba tebasan itu, korban tewas di tempat kejadian di sekitar sebuah pondok ukuran 3 kaki 3 meter, tempat mereka tinggal untuk memecah batu.

Khairul pun terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas saat ditangkap setelah  persembunyiannya diketahui unit Jatanras Polres Natuna di kaki gunung Ranai, tepatnya di Kampung Bukit Tinggi Kelurahan Ranai Darat.

“Tadi pagi, saat dilumpuhkan Polisi, pelaku sempat berusaha melarikan diri ke hutan,” kata Kapolres Natuna AKBP Charles melalui Kasat Reskrim AKP Komarudin.

Pelaku tidak bisa mengelak, kata Komarudin, karena pakaian yang digunakan masih terdapat bercak darah dan sama yang digambarkan warga saat kejadian.

“Pelaku bersembunyi di hutan, kebetulan kami menerima laporan pelaku pernah bekerja bersihkan kebun warga. Jadi dilakukan pengintaian, ternyata benar,” ujar Komarudin.

Komarudin mengatakan, kini pelaku yang merupakan suami korban telah mengakui perbuatan. Ia nekat membunuh istrinya karena dipicu kecemburuan dan sakit hati.

Saat ini barang bukti sudah ditemukan pisau kecil yang digunakan pelaku menusuk korban. Namun masih beljm ditemukan senjata tajam lain yang digunakan menghabisi istrinya.

Menurut Komarudin, Ada dua pisau digunakan pelaku menghabisi korban. Pisau kecil untuk menusuk. Memang tidak berniat untuk membunuh, tapi pelaku semakin kalaf ketika istrinya berlari dan langsung ditebas menggunakan pisau lebih besar.

“Memang menurut analisa dokter, luka di leher korban bukan dari pisau dapur. Tapi pisau besar, bisa seamacam parang untuk menebas rumput dengan tenaga yang besar dan hanya satu kali tebasan di leher. Tentu leher korban hampir putus. Tapi parang itu belum ditemukan,” ujar Komarudin.

Dikatakannya, sebelum berhasil dibekuk, pelaku sempat berusaha bunuh diri dengan menusuk tubuhnya dengan pisau kecil yang sama untuk menusuk istrinya. Namun niat bunuh diri tidak sepenuhnya.

“Untuk sementara, pengakuan tersangka berlatar kecemburuan masih dikembangkan. Karena pengakuannya bisa dibuktikan atau tidak,” ujar Komarudin.

Sementara orangtua korban Dasima,65 mengaku sangat teepukul dengan nasib anak ke enamnya. Ia berharap pelaku menerima ganjaran setimpal dari perbuatannya.

“Saya sangat terpukul, sudah sebulan Wiwin tidak kerumah, tapi malah menerima kabar seperti ini. Khairul harus dihukum pantas. Kalau bisa dihukum mati saja,” kata Dasima.

Ibu paruh baya ink mengaku, tidak begitu mengenali keperbadian menantunya tersebut, yang dinimahi anaknya sejak lima tahun lalu. Yang ia tahu mereka sering berpindah tempat tinggal mencari pekerjaan.

Menurut Dasima, mereka sebelumnya sering cek cok mulut. Bahkan Wiwin pernah pulang kerumah dengan muka lebam. Karena dipukul suaminya. (arn)

Respon Anda?

komentar