Jual Sabu karena Hutang Budi

401
Pesona Indonesia
Ilustrasi foto dokumen jpnn
Ilustrasi foto dokumen jpnn

batampos.co.id – Tiga terdakwa dalam perkara narkotika, Diana Agustina, Dhika Setiawan, dan Oin Natanael (berkas terpisah), jalani sidang beragendakan pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (30/11/2016).

Saksi penangkap dari satuan Polresta Barelang mengungkapkan, terkuaknya perkara ini berawal dari tertangkapnya terdakwa Oin. “Oin ini yang memberikan sabu kepada Diana dan Dhika, sesuai pesanan dari Susi (DPO),” ujar saksi.

Dijelaskannya, Susi meminta Diana dan Dhika untuk membantunya mengambil sabu dari Oin, agar diserahkan kepada Doni (DPO). “Saat itu ada 8 paket sabu seberat 800 gram yang diberikan Oin kepada Diana dan Dhika,” sebut saksi.

Aksi Oin yang dikenal sebagai pengedar sabu ini, menjadikannya sebagai target operasi (TO) pihak Polresta Barelang.

Saat ditanyakan Hakim Ketua Mangapul Manalu mengenai keterlibatan terdakwa Diana dan Dhika, saksi menyebutkan bahwa kedua terdakwa tersebut hanyalah sebagai perantara.

“Mereka (Diana dan Dhika) tidak positif menggunakan narkoba. Mereka hanya perantara Susi dengan Doni,” terang saksi lagi.

Menurut pengakuan Diana dan Dhika yang merupakan pasangan kekasih ini, bahwa mereka berhutang budi dengan Susi. “Saya kenal Susi sudah lama waktu kerja di pabrik dulu. Dia baik sekali, hingga bantu kami (Diana dan Dhika) buka usaha salon,” papar Diana.

Bantuan dari Susi itu diterima kedua terdakwa dalam bentuk uang. “Kami sering pinjam uang sama Susi. yang terakhir ini paling besar, sampai Rp 14 juta,” sambung Dhika.

Mengingat kebaikan Susi, kedua terdakwa pun tanpa ragu untuk membantunya. terungkap, Diana dan Dhika sudah dua kali mengambil barang titipan dari Oin yang diketahui adalah sabu.

“Kami tidak tahu itu apa. Karena setiap ambil barang dari Oin, langsung kami antarkan ke Doni hari itu juga,” ungkap Diana.

Namun, ketika pengambilan barang kedua yang berupa sabu dalam 8 paket itu, tidak seluruhnya diambil oleh Doni. Masih bersisa 2 paket lagi. “Sisanya ini disuruh Susi simpan. Jadi saya simpan dibalik atap dapur di Salon,” lanjut Diana.

Beberapa hari berselang, Diana dan Dhika didatangi pihak kepolisian yang kemudian didapati barang bukti berupa sabu dalam dua paket tersebut. Dari hasil penimbangan, dua paket sabu itu seberat 204,3 gram.

Dari pemeriksaan saksi juga terdakwa, majelis hakim kembali menjadwalkan sidang terhadap ketiga terdakwa pekan depan dengan agenda tuntutan. (cr15)

Respon Anda?

komentar