Nahkoda Kapal Pasang Badan, Enggan Sebutkan Pemesan Bawang dan Cabai Asal Malaysia

360
Pesona Indonesia
Tim WFQR (Western Fleet Quick Response) 4, Unit 1 Jatanrasla (Kejahatan dan Kekerasan di Laut) Lantamal IV dan Yon Marinir 10, menangkap kapal kargo yang memuat bawang dan cabai asal Malaysia, Senin malam (28/11/2016) di perairan Sambu, Belakangpadang. Foto: Lantamal IV
Tim WFQR (Western Fleet Quick Response) 4, Unit 1 Jatanrasla (Kejahatan dan Kekerasan di Laut) Lantamal IV dan Yon Marinir 10, menangkap kapal kargo yang memuat bawang dan cabai asal Malaysia, Senin malam (28/11/2016) di perairan Sambu, Belakangpadang. Foto: Lantamal IV

batampos.co.id – Razianto, nahkoda kapal tanpa nama yang membawa bawang dan cabai ilegal, yang diamankan tim Westren Fleet Quick Response (WFQR) unit 1 Jatanrasla Lantamal IV, di perairan timur Sambu, Batam, masih memberikan keterangan berbelit-belit saat diperiksa intensif.

”Keterangan Nahkoda itu masih berubah-ubah. Namun, sudah mengarah kepada siapa pemesan ataupun pemilik barang tersebut,” ujar Kadispen Lantamal IV, Mayor laut Josdi Damopoli, Selasa (29/11).

Dikatakan Josdi, nahkoda itu masih terlihat terpojok dan tertekan serta menutup-nutupi siapa pemilik barang tersebut. Terkesan ia pasang badan.

”Mungkin masih mau menutupi salah satu pemiliknya. Kalau saya lihat dia masih tertutup,” kata Josdi.

Dijelaskan Josdi, dalam menjalankan bisnis secara ilegal, modus pelaku biasanya dengan kapal besar membongkar barang di tengah laut yang kemudian kapal kecil menjemput dan mengantar ke Pelabuhan tikus yang hendak dituju.

”Mereka ini pintar dan sudah kami incar sejak lama. Kami ketatkan patroli dilaut, tapi mereka lolos dengan kapal kecil itu,”jelas Josdi.

Diterangkan Josdi, selain mengantarkan  Batam. Barang yang dipasok secara ilegal itu juga di distribusikan ke Karimun. Ditambahkan Josdi, selain berasal Malaysia, bawang-bawang tersebut juga berasal dari India.

”Penyelidikan masih terus dilakukan. Untuk itu jika ada aparat yang terlibat dengan sengaja membackingi penyelundupan tersebut. Kami juga tak segan-segan menindak sesuai proses hukum,”ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Tim WFQR 4 unit 1 Jatanrasla Lantamal IV dan Yon Marinir 10 menangkap kapal kargo kayu tanpa nama saat sedang melakukan patroli rutin diperairan timur Sambu Batam, Senin (28/11).

Penangkapan berawal dari kecurigaan patroli Tim WFQR adanya kapal sedang berlayar malam hari dari arah perairan Teluk Jodoh Batam, tanpa menggunakan lampu penerangan. Selanjutnya Tim WFQR melaksanakan penghentian dan pemeriksaan terhadap kapal tersebut diperairan Utara Tg Pinggir Batam pada posisi 01 08 49 LU – 103 55 13 BT.

Dari hasil pemeriksaan kapal tanpa nama jenis kapal kargo kayu dengan nahkoda Razianto, mengangkut Bawang 47 karung, seberat 35 kilogram dan cabai 20 karung seberat 30 Kg dengan total muatan lebih dari dua ton serta ABK satu orang.

Pelanggaran kapal tidak dilengkapi dengan Surat Pemberitahuan Berlayar (SBP), kapal tidak ada dokumen, tidak ada daftar manifest, tidak ada daftar ABK, Nahkoda tidak memiliki Surat Keterangan Kecakapan (SKK).(ias)

Respon Anda?

komentar