Nelayan Asing Pencuri Ikan di Natuna-Anambas Terorganisir

190
Pesona Indonesia
Kapal nelayan asing yang berhasil diamankan petugas di Anambas dan Natuna. Sebagian besar telah dimusnahkan dengan cara diledakkan. Foto: syahid/batampos
Kapal nelayan asing yang berhasil diamankan petugas di Anambas dan Natuna. Sebagian besar telah dimusnahkan dengan cara diledakkan. Foto: syahid/batampos

batampos.co.id – Kepala Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Antang Mochammad Erwin, menjelaskan  nelayan asing yang sering mencuri ikan di perairan Natuna dan Anambas terorganisir oleh jaringan besarnya.

Diakuinya dari keterangan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah pelaku pencurian ikan, mereka merupakan buruh dari toke besar atau merupakan buruh dari perusahaan perikanan besar.

“Mereka ini pekerja, tugas mereka bekerja mencari ikan dengan mencuri ikan di perairan Indonesia. Mereka terkoordinir, setelah ikan terkumpul, ada kalan yang fungsinya mengambil ikan hasil tangkapan,” ungkap Erwin, kemarin.

Selain ada kapal yang berfungsi untuk mengambil hasil tangkapan ikan, ada juga kapal-kapal lain yang berfungsi untuk menyuplyai Bahan bakar Minyak sehingga kapal pencuri ikan itu tidak usah susah payah pulang pergi untuk mengisi BBM.

“Selain ada kapal pengangkut ikan, ada juga kapal yang menyuplay BBM untuk kapal penangkap ikan, jadi kapal penangkap tak usah pulang ambil BBM. Hitungannya akan rugi jika kapal penangkap ikan mengambil BBM sendiri,” jelasnya.

Bukan hanya itu, setelah meminta keterangan dari nahkoda kapal yang merupakan tersangka pencurian, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwasanya ada kapal asing yang fungsing untuk menyuplay sembako untuk mencukupi kebutuhan makanan dan air bersih kepada kapal pencari ikan.

“Jadi mereka ini benar-benar terkoordinir,” jelasnya.

Ketika disinggung apakah antara Kementerian Kelautan dan Perikanan RI maupun Kemenlu RI sudah melakukan koordinasi dengan negara tetangga yang nelayannya terlibat dalam pencurian ikan di Indonesia, dirinya belum bisa menjawab.

“Kalau secara logika seharusnya sudah, tapi mungkin nelayannya yang masih nekat,” ungkapnya.

Seperti diketahui bahwasanya nelayan asing yang sudah tertangkap sudah banyak. Dari hasil tangkapan itu terlihat ada kapal asing yang menangkap ikan di Indonesia dengan alat tangkap terlarang. Mata jaring sangat kecil sehingga sekala ukuran ikan dapat digaruk.

Ikan yang kecil yang tertangkap tidak dilepaskan lagi tapi dibiarkan mati dan menempel dijaring. Aroma amis tak terhindarkan setiap memasuki kapal asing yang tertangkap. Karena ikan kecil juga sudah dirusak, maka diperkirakan dapat merusak populasi ikan di perairan Indonesia. (sya)

Respon Anda?

komentar