Penderita HIV di Tegal Donorkan Darah ke PMI

242
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal mendapati 13 kantong darah yang mengandung Human Immunodeficiency Virus (HIV) reaktif. Terhitung dari Januari hingga September 2016. Jumlah tersebut dinilai menurun dibandingkan dengan jumlah tahun lalu yang mencapai puluhan kantong.

Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tegal dr Hadi Gunawan mengatakan, sejumlah pendonor yang mendonorkan darahnya melalui PMI Kota Tegal terindikasi terjangkit virus penyakit HIV/AIDS. Hal itu diketahui setelah PMI memeriksa darah melalui sejumlah metode.

Meski demikian, Hadi memastikan seluruh darah yang diproduksi aman dari semua penyakit menular dan berbahaya. Sebab, sebelum ditransfusikan darah tersebut akan diperiksa terlebih dulu.

“Kalau mengandung penyakit pastinya akan dikumpulkan untuk dimusnahkan dengan dilengkapi berita acara. Sehingga tidak akan disalahgunakan,”  tuturnya, kemarin.

Menurut Hadi, setiap darah yang diperoleh dari pendonor akan dilakukan screening dengan beberapa tahapan dan metode. Di antaranya elisa dan clia yang merupakan metode paling bagus untuk mendeteksi penyakit tersebut. “Hasilnya, ya seperti itu,” ungkap Hadi, Rabu (30/11).

Ihwal tindak lanjut temuan tersebut, Hadi menyatakan, para pendonor yang darahnya terdeteksi terinfeksi HIV dirujuk untuk memeriksakan diri ke klinik Voluntary Counseling Test (VCT) yang meliputi proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela.

Hal itu bersifat confidential dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV. Layanan tersebut ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah. Sementara kantong darah yang teridentifikasi dimusnahkan melalui pemusnahan sampah medis.

“Tugas kami hanya melakukan screening dan darahnya pasti kami musnahkan. Kalau orangnya kita panggil dan dirujuk ke VCT, identitasnya pasti kami rahasiakan,” pungkasnya. (dya/adi/JPG)

Respon Anda?

komentar