Putuskan Ahok Tak Ditahan, Ini Alasan Kejaksaan Agung

246
Pesona Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

batampos.co.id – Memasuki proses tahap dua penyerahan barang bukti dan tersangka oleh Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan untuk tidak menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M.Rum, mengemukakan alasan tidak ditahannya Ahok merujuk pada keputusan Bareskrim Polri yang membebaskan Ahok.

“Memang terhadap tersangka ini tidak dilakukan penahanannya. Alasannya pertama, penyidik sudah melakukan pencegahan (cekal). Sesuai SOP di kami, kalau penyidik tidak menahan, maka kami juga tidak,” kata Rum, Kamis (30/11).

Kedua, lanjutnya, karena alasan subjektif dan objektif. ‎JPU melihat Ahok termasuk orang yang patuh hukum, sehingga Kejagung tidak menahannya.

“Pendapat peneliti menyatakan bahwa tidak dilakukan penahanan. Tersangka juga selalu kooperatif,” terang dia.

Sementara itu, mengenai barang bukti yang diserahkan pihak kepolisian terkait kasus penodaan agama sebanyak 51 item.

Dia berjanji kejaksaan akan mempercepat penyusunan surat dakwaan sehingga segera disidangkan.

Surat dakwaan nanti disusun jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Yang pasti segera dilimpahkan ke pengadilan. Bisa nanti, bisa besok, bisa seminggu,” tandasnya. (Mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar