Tim ABG Cek Kelayakan Bangunan RSUD Anambas

202
Pesona Indonesia
Gedung RSUD Anambas di kawasan Water Front City Tarempa, Anambas. Foto: Syahid/batampos
Gedung RSUD Anambas di kawasan Water Front City Tarempa, Anambas. Foto: Syahid/batampos

batampos.co.id – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas mendatangkan tim Ahli Bangunan Gedung (ABG) dari Universitas Tanjungpura di Kalimantan.

Mereka diminta untuk mengecek kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang sudah dibangun di atas lahan Water Front City Tarempa.

Tim tersebut terdiri dari tiga orang ahli yakni ahli rekayasa Struktur bangunan Elvira, ahli rekayasa kontruksi Roro Endang Moelyani, dan ahli rakayasa geo tekhnik R. M. Rustamaji. Namun diperkirakan yang yang datang hanya dua orang ahli saja yakni ahli rekayasa kontruksi Roro Endang Moelyani dan ahli rekayasa Struktur bangunan Elvira.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas Rony Franata, tim ini akan mengecek apakah bangunan RSUD tersebut layak atau tidak layak untuk digunakan.

“Nanti yang datang cuma dua orang ahli karena ahli rekayasa geo teknik R. M. Rustamaji berhalangan hadir,” ungkapĀ  Rabu (30/11/2016).

Rony, mengatakan, tim yang merupakan dosen di universitas tersebut serta ahli pada bidang teknik konstruksi ini, bersedia datang ke Anambas setelah Dinas Pekerjaan Umum Anambas menyurati untuk meminta bantuan untuk mengecek kelayakan bangunan.

“Kita sudah surati mereka pada 1 November 2016 kemarin, kalau tidak ada halangan, Sabtu (3/12/2016) akan tiba di Anambas,” ungkapnya.

Menurutnya, tim ahli tersebut didatangkan, karena di Anambas sendiri belum ada. Tim ini juga merupakan tim ahli bangunan gedung di Pontianak. Nantinya, mereka akan melihat serta mengecek kondisi bangunan yang dikabarkan miring dan retak,” ujarnya.

Rony menambahkan, data-data mengenai teknis pembangunan RSUD sudah diserahkan oleh tim ahli. Tim ahli ini pun nantinya akan melihat dan melakukan pengecekan langsung khususnya pada bagian struktur seperti kekuatan fondasi dan hal lainnya.

“Kami juga berencana untuk membawa tim tersebut untuk pengecekan pembangunan kantor pemerintahan di Pasir Peti,” bebernya.

Hasil akhir dari tim nantinya berupa laporan ?berisi data seperti kekuatan struktur pondasi dengan perbandingan berat bangunan termasuk layak atau tidak layaknya difungsikan.

Rony pun membantah tim ahli bangunan yang didatangkan untuk membandingkan tim ahli yang sebelumnya didatangkan oleh tim penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa pada bulan Oktober 2016 kemarin yang saat ini tengah dalam proses penyelidikan.

Sejumlah rekanan dan pejabat di Dinas PU pun, telah dipanggil untuk dimintai keterangan untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada proyek ini.

“Bukan, bukan itu. Yang jelas, tim nantinya menghitung berapa berat bangunan. Kuat atau tidak fondasi menahan bangunan. Nantinya dikalkulasikan mereka,” tutupnya. (sya)

Respon Anda?

komentar