Hari Ini Voting Pemakzulan Presiden

351
Pesona Indonesia
Massa di Korea Selatan yang terus-menerus menggelar demo meminta Presiden Park Geun-hye mundurdi Korea Selatan yang terus-menerus menggelar demo meminta Presiden Park Geun-hye mundur. / AFP
Massa di Korea Selatan yang terus-menerus menggelar demo meminta Presiden Park Geun-hye mundurdi Korea Selatan yang terus-menerus menggelar demo meminta Presiden Park Geun-hye mundur. / AFP

batampos.co.id – Pertaruhan karir politik Presiden Korea Selatan Park Geun-hye memasuki klimaks hari ini. Parlemen akan melaksanakan pemungutan suara. Sebanyak 300 anggota dewan akan memilih, akankah Park dimakzulkan atau parlemen mendukung keinginan presiden perempuan pertama Korsel itu. Yakni, menetapkan tanggal agar Park mundur dengan terhormat.

Berdasar survei yang dilakukan Real Meter, lebih dari 75 persen penduduk Korsel setuju Park dimakzulkan. Namun, suara parlemen tidak begitu.

Awalnya, banyak anggota partai penguasa, Saenuri, yang mendukung keinginan partai oposisi untuk memakzulkan Park. Namun, setelah Park berpidato dan meminta parlemen menetapkan tanggal pengunduran dirinya, posisi berubah.

Kemarin (1/12) pemimpin Partai Rakyat Park Jie-won menegaskan, jika memaksakan diri memakzulkan Park tanpa ada kepastian dukungan dari Partai Saenuri, imbasnya bakal buruk. Koalisi partai oposisi ditambah dengan anggota parlemen independen memang hanya berjumlah 178 orang. Agar pemakzulan lolos, dibutuhkan minimal 28 suara dari legislator partai pengusung Park, Saenuri.

”Jika mosi (pemakzulan) ini ditolak, hal tersebut secara efektif (sama saja seperti) mengampuni dosa-dosanya (Park Geun-hye Red),” tegas Park Jie-won. Dia ingin pemakzulan digelar minggu depan saja dengan kepastian dukungan dari legislator Saenuri.

Namun, di sisi lain, pemimpin Partai Demokratik Choo Mi-ae bersikukuh pemakzulan digelar hari ini. Dengan begitu, pada akhir Januari, Park tidak lagi berstatus orang nomor satu di Korsel.

Sementara itu, kemarahan warga Korsel akan sikap Park yang seakan mengulur-ulur waktu memuncak. Kemarin (1/12) rumah kelahiran Park Chung-hee, mantan presiden Korsel yang juga ayah Park, dibakar.

Polisi langsung berhasil menangkap pelaku. Pria yang bernama Baek tersebut mengaku benci dengan putri sang diktator tersebut.

”Presiden (Park Geun-hye, Red) seharusnya sudah mengundurkan diri atau bunuh diri. Saya melakukan pembakaran karena dia tidak melakukan keduanya,” ujar tersangka itu seperti ditirukan kepolisian. (AFP/Yonhap/sha/c17/any/JPG)

Respon Anda?

komentar