Isi Khutbah Habib Rizieg: Hukum Allah Diatas Segalanya

692
Pesona Indonesia
Habib Rizieq. Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Habib Rizieq. Foto: Agung Pambudhy/detikcom

batampos.co.id – Meski diguyur hujan, jutaan umat Islam yang memadati Silang Monas dan sekitarnya dalam Aksi Super Damai, Bela Islam III, tak membuat umat Islam bubar.

Jutaan umat Islam itu tetap fokus mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Habib Rizieg Shihab. Habib bicara soal keadilan.

“Bahwa penegakan hukum adalah sebuah keniscayaan,” kata Rizieq dalam khotbahnya di silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).

Rizieq pun menyampaikan tentang hukum Allah yang harus dijunjung. Dia mengingatkan pada jemaah tentang hal itu.

“Saya ingin mengingatkan kita semua tancapkan dalam sanubari kita semua kita junjung Allah di atas segalanya. Tidak ada yang lebih adil selain hukum Allah,” kata Rizieq.

Khotbah Rizieq Imam Besar Front Pembela Islam itu juga didengarkan oleh Presiden Joko Widodo dan Waores Jusuf Kalla.

Sebagai orang nomor satu di Front Pembela Islam, dia berkata, Al-Quran adalah kitab suci yang tak ada kerancuan di dalamnya.

“Jangan memperolok-olok Al-Quran barang siapa memperolok Al-Quran maka dia adalah murtad,” tegas Habib.

Jokowi saat mendengarkan khotbah Rizieq sedang berteduh di dalam tenda bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto.

Berdasarkan pantauan Jawapos.com, Jokowi juga beberapa kali tertunduk bak orang yang sangat khusyuk mendengarkan khotbah tersebut.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian ada di atas panggung bersama dengan Rizieq.

“Dia (Al-Quran) merupakan jantung Islam, hari ini jutaan umat Islam datang ke Jakarta bukan untuk menghancurkan kebhinekaan mereka datang untuk membela Al-Quran, untuk menegakan hukum,” tukas dia.

Presiden Joko Widodo khusyuk mendengarkan khotbah Habib Rizieq di Monas, Jumat (2/12/2016). Foto: jawapos.com
Presiden Joko Widodo khusyuk mendengarkan khotbah Habib Rizieq di Monas, Jumat (2/12/2016). Foto: jawapos.com

Usai salat Jumat, Jokowi sempat naik panggung menyampaikan terimakasih atas aksi damai yang benar-benar damai. “Trimakasih juga doa dan zikirnya,”kata Jokowi.

Menkopolhukam Wiranto yangikut menenai Jokowi setelah tiba di Istana mengatakan, aksi tersebut benar-benar aksi damai, aksi gelar sajadah. Umat Islam menunjukkan komitmennya bahwa aksi Bela Islam III adalah aksi super damai.

“Massa begitu besar tapi aksi berlangsung damai, ini luar biasa,” ujarnya.

Soal kasus Ahok, Wiranto mengatakan, proses hukum sedang berjalan dan Presiden tidak bisa mengintervensi. “Kan sudah P21, jadi tunggu proses hukumnya,” kata Wiranto.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifullah mengatakan, keputusan Jokowi salat Jumat di Monas dan menemui jutaan umat Islam yang menggelar aksi diambil berdasarkan masukan dari berbagai kalangan di Istana. Namun, Jokowi akhirnya memutuskan hadir sebelum azan salat Jumat berkumandang.

“Sempat beberapa pihak menyarankan mengurungkan karena hujan deras, tapi Jokowi akhirnya memutuskan tetap hadir salat Jumat bareng jutaan umat Islam,” ujar Menag. (sumber: detikcom/nur)

Respon Anda?

komentar