Kapal Bermuatan Migran Gelap Ditangkap di Perairan Batam

463
Pesona Indonesia
Direktur Latihan Bakamla Laksamana TNI AL Muspin Santoso memberikan keterangan usai latihan bersama penanganan penyelundupan manusia di perairan Nongsa, Batam, Kamis (1/12/2016). Foto: dalil Harahap/batampos
Direktur Latihan Bakamla Laksamana TNI AL Muspin Santoso memberikan keterangan usai latihan bersama penanganan penyelundupan manusia di perairan Nongsa, Batam, Kamis (1/12/2016). Foto: dalil Harahap/batampos

batampos.co.id – KN Belut Laut 4806 Bakamla RI bersama-sama KP Antasena dari Polair, Kapal Joesoef Adiwinata dari Imigrasi, Kapal Marapas dan Combat boat 58 dari TNI AL serta satu unit Helikopter milik Polisi diterjunkan dalam operasi penangkapan satu kapal tanpa nama yang mengangkut 73 pengungsi tanpa dilengkapi dokumen-dokumen yang sah di wilayah perairan Kabil, Nongsa, Batam, Kamis (1/12/2016).

Penangkapan dimulai dengan informasi yang di dapat oleh perwira jaga Pusat Informasi Maritim (PIM) Bakamla RI terkait adanya kapal (target) yang diduga melakukan penyelundupan manusia yang mengangkut 73 pengungsi terdiri dari orang dewasa dan anak-anak akan melalui perairan Indonesia.

Menerima informasi tersebut, PIM Bakamla RI meneruskan informasi ke Imigrasi, Kepolisian dan TNI AL. Tim gabungan itupun menindaklanjuti dengan melakukan interccept pada kapal Penyelundup oleh Bakamla RI (KN Belut Laut 4806), Imigrasi (KP Joesoef Adiwinata), Kepolisian (KP Antasena) dan TNI AL (KAL Marapas, Combat boat 58) di Perairan Batam kemudian dilakukan pengembangan kasus untuk mencari otak atau smuggler dari penyelundupan tersebut.

Kapal pembawa pengungsi dapat ditemukan dengan bantuan pemantauan helikopter Kepolisian Udara (NBO), kemudian dilakukan intercept.

Setelah dilakukan negosiasi dengan Nakhoda dan beberapa korban smuggling diperoleh informasi bahwa penyelundup (smuggler) berada di Batam.

Namun informasi tersebut bocor, sehingga dua orang Smuggler mencoba melarikan diri dari Batam menuju ke luar negeri menggunakan kapal penumpang.

Mengetahui informasi tersebut bocor, tim penindak menugaskan KP Antasena untuk melakukan penangkapan.

Dengan koordinasi yang baik, kapal target, korban people smuggling dan dua orang Smuggler dapat ditemukan dan diselamatkan. Selanjutnya seluruh barang bukti dibawa ke dermaga terdekat untuk dilaksanakan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Ya, itu hanya simulasi latihan bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dalam rangka mengantisipasi keamanan dan keselamatan Laut di wilayah perairan Batam, Kamis (1/12/2016).

Latihan yang melibatkan sejumlah instansi terkait itu fokus pada penanganan penyelundupan manusia atau People Smuggling.

Latihan tersebut dipimpin oleh Direktur Latihan Bakamla Laksamana TNI AL Muspin Santoso itu.

Muspin usai menjalani latihan bersama menuturkan, latihan tersebut bertujuan untuk membudayakan pengiriman, penerimaan berita dan informasi oleh Bakamla RI dalam wadah operasi bersama melalui jaring informasi yang secure (enkripsi).

Selain itu latihan bersama ini juga untuk memberdayakan semua potensi yang dimiliki Bakamla RI dan stakeholder terkait agar dapat berperan aktif dalam setiap pelaksanaan operasi Bakamla RI.

“Latihan ini bukan karena ada ancaman serisu atau gimana, tapi ini murni untuk meningkatkan skill anggota Bakamla dan stake holder terkait baik sesama di laut ataupun di darat agar selalu cepat dan sigap dalam menanggapi informasi terkait People Smuggling,” kata Muspin.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi bakamla yang diaplikasikan dalam patroli keamanan dan keselamatan di Wilayah Perairan dan Yurisdiksi Indonesia, kata Muspin pelanggaran tindak pidana penyelundupan manusia semakin sering terjadi.

Dengan situasi perkembangan global yang demikian, maka Bakamla RI bersinergi dengan TNI AL, Polri, Imigrasi, Polhukam, dan Kementrian Luar Negeri terus berupaya untuk meningkatkan jalinan sinergi dan keterpaduan untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap kapal-kapal pembawa penumpang yang berlayar melalui perairan Indonesia, baik legal maupun ilegal sebagai upaya langkah strategis dalam menghadapi People Smuggling.

“Jadi jika sewaktu-waktu ada indikasi tindakan penyelundupan manusia bisa dilaksanakan dengan baik karena petugas Bakamla ataupun stake holder terkait sudah tahu prosedurnya,” ujar Muspin.

Latihan bersama tersebut dilakukan ditengah hujan deras sepanjang siang kemarin. Namun demikian kegiatan tersebut berjalan lancar sebagaiman adanya sebab semua personil yang ikut dalam latihan tersebut mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik. (eja)

Respon Anda?

komentar