Kejagung Enggan Tahan Ahok, Ini Alasannya

480
Pesona Indonesia
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai diperiksa Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/11/2016). Ahok diperiksa selama 9 jam oleh penyidik Bareskrim Polri terkait dugaan kasus penistaan agama saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai diperiksa Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/11/2016). Ahok diperiksa selama 9 jam oleh penyidik Bareskrim Polri terkait dugaan kasus penistaan agama saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Bareskrim sudah melimpahkan berkas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok ke Kejaksaan Agung. Kejagung pun sudah menyatakan berkas Ahok tersebut sudah P21 atau lengkap, sehingga tinggal menunggu persidangan.

Lalu mengapa Kejagung enggan menahan Ahok? Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M Roem mengatakan, alasan pihaknya enggan  melakukan penahanan lantaran Ahok sudah dilarang untuk tidak bepergian ke luar negeri.

“Kemudian sesuai SOP di kita (Kejagung) apabila dalam proses penyidikan (polisi) tak ditahan, kita juga tidak,” kata dia di Kejaksaan Agung, Kamis (1/12/2016).

Selain itu, lanjut dia, tim peneliti berkas perkara milik calon petahana gubernur DKI ini berpendapat tidak perlu dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan. “Selanjutnya bahwa tersangka kooperatif,” klaim mantan Wakajati DKI tersebut.

Alasan yang terakhir adalah dakwaan kasus Ahok akan disusun secara alternatif. Yaitu pasal 156a dan pasal 156 KUHP atau sebalikanya.

“Karena  disusun alternatif jadi kita belum tahu terbukti yang mana. Apa yang ancaman hukumannya 4 tahun 156, atau 156a yang 5 tahun,” terang dia.

Lebih jauh dia menuturkan, barang bukti yang diserahkan dalam proses tahap dua sebanyak 51 item. Berkas perkara terdiri dari 30 saksi, kemudian 11 saksi ahli dan satu tersangka yang disusun dalam berkas setebal 826 halaman.

“Jadi yang diperiksa kurang lebih 42 orang. Ini sudah kita lakukan periksa tahap 2, dan prosesi sudah selesai. Nanti kita liat dipersidangan. Berkas segera dilimpahkan ke pengadilan,” tukasnya. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar