Penahanan Ahok Kini Tergantung Hakim

611
Pesona Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

batampos.co.id – Kepolisian dan Kejaksaan sama-sama kompak untuk tidak menahan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

Alasannya sama, Ahok dinilai kooperatif. Kedua institusi ini juga sama-sama membantah kalau Ahok tidak ditahan karena ada intervensi dari pihak tertentu.

Lalu, apakah masih ada peluang untuk menahan Ahok? Pakar hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hajar, seperti dimuat di CNNIndonesia.com mengatakan peluang Ahok ditahan masih ada. Bola kini berada di hakim karena berkas Ahok telah diserahkan kejaksaan ke pengadilan. Hakim berhak mengeluarkan keputusan untuk menahan atau tidak Ahok.

“Status Ahok jika masuk persidangan berubah menjadi terdakwa. Sekarang perkara menjadi kewenangan hakim. Hakim memiliki kewenangan penuh menahan atau tidak,” kata Fickar kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/12/2016).

Fickar menjelaskan, kewenangan hakim menahan seorang terdakwa diatur dalam Pasal 193 ayat 2 huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana: “Pengadilan dalam menjatuhkan putusan, jika terdakwa tidak ditahan, dapat memerintahkan supaya terdakwa¬†tersebut ditahan, apabila dipenuhi ketentuan Pasal 21 dan terdapat alasan, cukup untuk itu”.

Sedangkan, Pasal 21 KUHAP mengatur tentang alasan seseorang ditahan atau tidak. Dalam pasal tersebut, seorang tersangka atau terdakwa yang diduga melakukan tindak pidana dapat ditahan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana. Seseorang juga bisa ditahan jika ancaman pidana penjara lima tahun atau lebih. (sumber: CNNIndonesia.com)

Respon Anda?

komentar