Perbaikan Pipa ATB Batam sudah Rampung, Air Langsung Mengalir, Masalahnya….

530
Pesona Indonesia
 Beberapa pekerja tengah menyelesaikan perbaikan jaringan pipa ATB beberapa waktu lalu. DOK/ATB

Beberapa pekerja tengah menyelesaikan perbaikan jaringan pipa ATB beberapa waktu lalu. DOK/ATB

PT ATB Batam melakukan perbaikan kebocoran pipa transmisi dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang dan beberapa pekerjaan teknis lainnya, Senin (28/11/2016) lalu. Pekerjaan dimulai malam hari dan selesai pada pagi subuh keesokan harinya. Perbaikan selesai air langsung mengalir.

Meski demikian, tahap pemulihan suplai air ke pelanggan belum secara normal, hal ini dipengaruhi oleh lokasi pelanggan yang berbeda-beda.

Enriqo Moreno, Manager Corporate Communication ATB mengatakan, pekerjaan perbaikan kebocoran pipa transmisi telah selesai dilakukan sesuai jadwal. Selama pekerjaan perbaikan, phase 1 dan 2 IPA Duriangkang harus berhenti berproduksi.

“Pekerjaan perbaikan telah selesai dilakukan produksi sudah kembali normal, usai pekerjaan air belum bisa langsung mengalir ke lokasi-lokasi pelanggan, namun tahap pemulihan atau normalisasi akan membutuhkan waktu berbeda-beda,” jelas Enriqo Moreno Kamis (1/12).

Enriqo menambahkan, meski ATB dapat menyelesaikan perbaikan kebocoran pipa, normalisasi suplai air kepada pelanggan memerlukan waktu sedikit lebih lama. Hal tersebut dikarenakan kecepatan normalisasi suplai air tidak sama seperti listrik.

Saat pekerjaan selesai dilakukan, air tidak serta merta mengalir ke tempat pelanggan, namun akan mengalir secara bertahap dari tempat terdekat dan terendah ke tempat terjauh. Terutama bagi pelanggan yang jauh dari IPA Duriangkang akan membutuhkan waktu lebih lama mendapatkan air

“Masa pemulihan sesuai dengan area pelanggan, wilayah terdekat sumber air akan lebih cepat mendapat suplai, sebaliknya wilayah terujung dan berada di ketinggian akan membutuhkan waktu lebih lama menerima suplai,” jelasnya

Dalam tahap normalisasi usai pekerjaan saat air mulai mengalir ke pelanggan tidak semuanya mengalir jernih, air terkadang keruh berwarna kecoklatan. Namun air keruh tersebut hanya bersifat sementara. Setelah dialirkan beberapa saat, air akan kembali jernih dan tidak lagi keruh.

“Hal tersebut dikarenakan adanya turbulensi akibat perbedaan tekanan. Pipa yang kosong cukup lama, saat mendapat aliran air dengan tekanan tinggi menyebabkan sisa-sisa kotoran dalam pipa terbawa ke pelanggan,” ujarnya.

Adapun dari pekerjaan tersebut mengakibatkan pelanggan mendapat gangguan suplai air, ATB memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena kualitas air ATB yang keruh akibat perbaikan kebocoran. Namun, hal tersebut hanya bersifat sementara.

“ATB sudah mengolah air sesuai dengan standar yang ditetapkan WHO dan Permenkes. Air hasil olahan ATB di Instalasi Pengolahan Air (IPA) bahkan sudah siap minum, namun dalam proses distribusi terkadang air tersebut menurun kualitasnya sampai ke pelanggan, salah satunya dipengaruhi oleh kebocoran pipa,” ujar Enriqo.

Bila ada pelanggan yang kesulitan air akibat pekerjaan kebocoran pipa dapat menghubungi call centre ATB di nomor 0778-467111 untuk permintaan bantuan suplai air gratis.(*)

Respon Anda?

komentar