Temukan Ide Bisnis dari Masalah

829
Pesona Indonesia
Chairman Riau Pos Group Rida K Liamsi memmberikan pemaparan dan berdialog dengan peserta seminar Digital enterpreneurship yang diselenggarakan oleh XL di Kampus Politehnik Batam, Kamis (1/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Chairman Riau Pos Group Rida K Liamsi memmberikan pemaparan dan berdialog dengan peserta seminar Digital enterpreneurship yang diselenggarakan oleh XL di Kampus Politehnik Batam, Kamis (1/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi, berbagi pengalaman dan ilmu kewirausahaan dengan para mahasiswa Politeknik Negeri Batam dalam Forum Digital Entrepreneurship: From Batam to the World Class Level di aula kampus tersebut, Kamis (1/12/2016).

Acara yang digelar PT XL Axiata itu mendapat sambutan antusias para peserta.

“Bagaimana solusi untuk mahasiswa-mahasiswa yang masih malas untuk berbisnis, Pak. Yang mungkin berpikir, ‘Ya udahlah, kita kuliah aja sampai lulus nanti’,” tanya seorang mahasiswi bernama Reidina.

Mendapat pertanyaan itu, Rida langsung berapi-api. Ia seperti hendak membakar seisi ruangan tersebut dengan semangatnya. Itulah yang terjadi kemudian. Seluruh audiens berteriak riuh rendah menyambut jawabannya.

“Kalian itu berutang pada orang tua kalian. Kalian harus membayar utang itu dengan (menjadi) entrepreneur,” kata Rida setengah berteriak.

Menurut Rida, menjadi mahasiswa berarti telah melampaui kewajiban belajar 12 tahun yang dicanangkan pemerintah. Belajar di perguruan tinggi merupakan keinginan mahasiswa itu sendiri. Jika kemudian para orang tua yang membayar uang SPP, itu artinya mahasiswa itu berutang pada orang tua mereka.

Rida mengatakan, para mahasiswa harus menanamkan pemikiran bahwa mereka berutang kepada orang tuanya masing-masing. Ini supaya semangat mereka untuk mencari uang itu timbul. Setelah menyadari hal tersebut, para mahasiswa itu akan mendapatkan kemandirian.

“Setelah itu, baru cari tim dan ciptakan sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

Untuk memulai sebuah usaha, memang dibutuhkan sebuah ide. Namun ide dapat muncul dari mana saja, termasuk dari sebuah masalah. Karenanya, Rida menyarankan para mahasiswa untuk mencari masalah-masalah. Setelah itu, mereka dapat mulai bermimpi.

“Entrepreneur itu tidak menunggu (tetapi) harus merebut, merebut kesempatan,” katanya lagi.

Forum Digital Entrepreneur itu juga menghadirkan inspirator-inspirator bisnis lainnya. Yakni, Co-founder dan COO KUDO Agung Nugroho dan Marketing Director Grab Mediko Azwar.

Vice President PT XL Axiata West Region, Francky Rinaldo Pakpahan, mengatakan forum ini dibuat untuk menyebarkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Mereka dapat memanfaatkan dunia digital dalam entrepreneurship tersebut. Sebab, saat ini, layanan 4G LTE XL di Batam semakin luas.

“Internet itu sudah mengubah gaya hidup. Teknologi berubah. Dari 2G, 3G sampai kini 4G. Kalian harus siapkan diri kalian dengan perkembangan teknologi,” tutur Francky.

Ia menambahkan, XL siap membantu para mahasiswa untuk mengembangkan digital entrepreneurship. Sebab, jaringan XL sudah menjadi paling luas dan paling cepat.

“Ini akan membantu kalian menyelesaikan masalah dan berinovasi,” ujarnya. (ceu)

Respon Anda?

komentar