Dahlan Iskan Tolak Keseluruhan Dakwaan Jaksa

895
Dahlan Iskan dan penasehat hukumnya Yusril Ihza Mahendra saat pulang dari sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.
Dahlan Iskan dan penasehat hukumnya Yusril Ihza Mahendra saat pulang dari sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

batampos.co.id – Sidang pembacaan dakwaan perkara restrukturisasi aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim dengan terdakwa Dahlan Iskan akhirnya dilaksanakan, Selasa (6/12), setelah sebelumnya ditunda selama sepekan.
Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipokor Surabaya tersebut, Dahlan menolak semua dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum.

”Banyak sekali dakwaan yang saya tolak. Bahkan, keseluruhannya saya tolak,” kata Dahlan kepada majelis hakim yang diketuai Tahsin.

Mantan Menteri BUMN itu menilai, dakwaan yang dibacakan jaksa banyak yang bertentangan dengan kenyataan. Salah satunya dakwaan bahwa Dahlan melakukan pertemuan dengan Wisnu Wardhana (kepala Biro Aset PT Panca Wira Usaha/PWU Jawa Timur), Sam Santoso (pembeli), dan Oepojo Sardjono (pembeli) di sebuah rumah makan di Surabaya pada 2003.

Jaksa menyebut dalam pertemuan itu mereka membahas lahan di Kediri dan Tulungagung yang akan dijual. Juga, mereka bersepakat soal harga dua lahan tersebut. Dakwaan itu disebut Dahlan tidak benar.

”Saya menilai dakwaan itu dibuat dan diserahkan oleh jaksa dengan tergopoh-gopoh. Mereka seperti dikejar deadline. Banyak sekali dakwaannya yang saya tolak,” ujar Dahlan. Kepada majelis hakim, Dahlan juga mengungkapkan kalau banyak haknya yang tidak dipenuhi. ”Selama pemeriksaan banyak hak saya yang tidak dipenuhi,” tegasnya.

Majelis hakim pun mempersilakan Dahlan dan tim penasehat hukumnya untuk membuat tanggapan secara komplit. ”Kami beri waktu satu pekan untuk penasehat hukum membuat tanggapan. Cukup kan waktu satu pekan,” kata ketua majelis hakim.

Hakim pun menegaskan sidang akan dilanjutkan kembali Selasa pekan depan (13/12) dengan agenda pembacaan tanggapan terdakwa atas dakwaan jaksa penuntut umum.

”Saya rasa cukup waktu satu pekan tersebut yang mulai. Kami akan siapkan sebaik mungkin,” tandas penasehat hukum Dahlan, Yusril Ihza Mahendra. (fim/jpg)

Respon Anda?

komentar