Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto: istimewa

batampos.co.id – Jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus meningkat. Hingga bulan Desember 2016, totalnya mencapai 259.

Sementara, pada April 2015, menurut catatan Poja HIV RSUD Bayu Asih Purwakarta, jumlahnya mencapai 129 jiwa.

Data tersebut sebagaimana yang masuk dalam layanan penanganan pihak rumah sakit. Artinya, jumlahnya bisa lebih banyak lagi, karena data lain dari pihak layanan Puskesmas belum masuk seluruhnya. Jadi, mungkin bisa lebih lagi.

Menurut Ketua Yayasan Resik Purwakarta, Hasan, untuk penanganannya sendiri masih terbilang sulit. Di mana si penderita enggan memeriksakan diri secara sukarela.

Sehingga, kata dia, pihaknya melakukan mobilisasi bekerja sama dengan Aids Healthcare Foundation (AHF) serta pihak lainnya.

“Itu yang menjadi kendala kami, karena si penderita sulit sekali untuk datang. Makanya kami yang mobilisasi guna konseling dan lainnya,” kata Hasan.

Sementara, Country Program Manager AIDS Healthcare Foundation (AHF), Riki Febrian mengatakan, deteksi dini menjadi kendala tersendiri.

Kebanyakan ketika datang ke rumah sakit atau Puskesmas, lanjutnya, mereka sudah terjangkit.

“Sejauh ini data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar mencapai 24.639 kasus HIV yang positif. Sedangkan untuk AIDS sebanyak 7.452 kasus,” bebernya.

Adapun usia produktif, dikatakan lebih lanjut, mereka yang banyak terjangkit dalam kisaran usia 30 tahun.

“Untuk Jawa Barat, bahkan ada sekitar 100 balita yang terjangkit,” beber dia.

Dilanjutkannya, dari data se-Jawa barat tercatat ada kisaran 800 ribu jiwa lebih dari kalangan pria menjadi pelanggan seks. Bahkan juga, untuk Purwakarta sejak tahun 2009 belum memiliki program intervensi dalam penanganan HIV Aids.

Mereka berharap pemerintah bisa memiliki aturan atau perda dalam penanganan kasus tersebut.

“Kami harapkan hal itu. Karena dari pengamatan kami di Purwakarta belum ada aturan tersebut. Sehingga penanganan belum maksimal. Terlebih se-Kabupaten Purwakarta sendiri konselor hanya dua orang,” pungkasnya. (gan/rk/mam/JPG)

Respon Anda?

komentar