Dahlan Iskan bersama tiga sahabatnya, (dari kiri) Effendi Gazali, Faisal Basri, Abraham Samad, serta kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra. Foto: GUNAWAN WIBISONO/JAWAPOS.com

batampos.co.id -Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan kembali menjalani sidang kasus pelepasan aset  PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (13/12/2016).

Sidang dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi ini ternyata menyita perhatian sejumlah tokoh nasional yang mengenal sosok Dahlan Iskan. Mereka pun datang memberikan dukungan kepada Dahlan.

Tokoh-tokoh itu merupakan orang yang dikenal bersahabat dengan Dahlan sejak lama. Mereka adalah mantan Ketua Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, pengamat politik dan komunikasi Effendi Gazali, dan ekonom Faisal Basri. Mereka bersama Dahlan tampak akrab berbincang di ruang tunggu pengadilan.

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, kehadiran para sahabat tersebut untuk menemani dalam persidangan ketiga ini. Mereka datang karena bersimpati dan tidak percaya kalau Dahlan Iskan terlibat melakukan pelanggaran dalam pelepasan aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung.

“Mereka datang jadi mau menghadiri sidang ini jadi banyak sahabat-sahabat yang bersimpati kepada Pak Dahlan,” ujar Yusril di Pengadilan Tipikor, Jalan Raya Juanda, Sidorjo, Jawa Timur, Selasa (13/12/2016).

Mantan Menteri Sekretaris Negara ini menambahkan, tentunya kedatangan para sahabat ini akan sangat membatu Dahlan Iskan dalam menghadapi kasusnya.

“Kehadiran mereka murupakan suport moril bagi Pak Dahlan,” katanya.

Selain itu, kehadiran para sahabat Dahlan Iskan, juga ditegaskan Yusril tidak akan menggangu jalannya persidangan. Karena mereka hanya ingin melihat pembacaan esepsi dan dukungan moril.

“Tentu tidak akan megaggu jalannya persidangan,” katanya.

Pada sidang sebelumnya, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu ditemani oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Si Putra Petir Ricky Elson, dan mantan Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi. (cr2/JPG)

Respon Anda?

komentar