Ilustrasi: Fajar/Radar Surabaya

batampos.co.id – Mulanya, Donjuan, 46, hanya bekerja sebagai asisten desain dan penata rambut. Kini, ia menjadi salah satu desainer ternama di Indonesia.

Sayangnya, di tengah kariernya yang melejit ia mengalami penurunan gairah seksual.

Pria asal Manukan yang kini tinggal di Jakarta itu emoh lagi sama istrinya, Karin, 45.

Kehadiran Donjuan ke Surabaya, Jawa Timur tidak lain untuk mengurus talak cerai yang ia layangkan untuk istrinya.

Jarang pulang ke Kota Pahlawan ini bikin ia mengalami penurunan gairah seksual.

”Mungkin karena saya jarang pulang jadi hasratnya tidak muncul. Tapi, yang utama karena saya sudah bosan dengan wanita,” kata Donjuan di sela-sela sidang cerainya, Selasa (13/12).

Bersama pengacaranya, Donjuan menyatakan hanya akan sekali hadir dalam sidang talak cerainya.

Hal itu dikarenakan ia akan langsung bertolak ke Jakarta untuk mendesain baju pesananan salah satu artis ternama Indonesia.

Tak hanya itu, awal tahun 2017, ia juga akan terbang ke Amerika untuk show di New York.

Meski sudah tidak mencintai sang istri, bapak dua anak itu mengaku masih  berhubungan baik dengan istrinya.

Ia merasa istrinya sangat membantu dalam masa-masa susah dulu. Sang istri dan keluarganyalah yang membantu meraih kariernya.

Sang istri rela ditinggal ke Jakarta untuk menjadi assisten desain sahabatnya.

Karin memilih menetap di Surabaya untuk menemani kedua anak dan orang tuanya.

Kehidupan di Jakarta memang membuatnya ia berubah. Donjuan mengaku pergaulan di Jakarta terutama di kalangan artis sangat bebas.

”Yang sudah nikah bisa saja berhubungan dengan pacar yang sesama jenis. Saya juga ditaksir sama beberapa artis dan desainer cowok, tapi sampai saat ini saya menolak,” kata Donjuan dengan suara gemulai.

Ia merasa mulai jijik dan tidak tertarik lagi untuk berhubungan badan, terutama dengan wanita.

”Saya sering jemok-jemok badan wanita. Dari yang artis bahenol sampai kerempeng. Dari yang cantik sampai yang elek. Bosan kali ya sekarang saya emoh tuh sama wanita,” kata Donjuan.

Ternyata, hal itu berimbas pada hubungan seksualnya. Ketika istrinya ke Jakarta tiba-tiba ia emoh menyentuhnya.

”Istri marah dan saya menjelaskan dengan baik. Kalau memang saya tidak lagi bisa melakukannya,” kata Donjuan.

Karin yang awalnya sakit hati pun akhirnya menyadari bila suaminya mengalami penurunan seksual.

”Ini sudah hampir dua tahunan. Saya mau marah tapi dia itu jujur. Meski tidak dikasih nafkah biologis namun ia memberi nafkah bulanan yang cukup besar, ya Rp 15 juta per bulan,” kata Karin.

Bahkan, nafkah itu bisa lebih besar lagi bila Donjuan mendapatkan order baju banyak.

”Alhamdulillah saya sudah bisa beli rumah dan bangun kos-kosan. Semua dikirim suami. Ia juga janji tidak akan tetap ngirimi uang untuk anak. Ya tidak masalah (cerai, red). Saya sudah bisa hidup dengan kos-kosan kok,” jelasnya. (*/no/JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar