Eko Patrio.

batampos.co.id – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memanggil Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio untuk diperiksa hari ini (14/12).

Eko diminta untuk menghadap ke penyidik Subdit I Direktorat Tindak Pidana Umum atas laporan polisi LP/1233/XII/2016/Bareskrim, dengan pelapor Sofyan Armawan.

Eko dipanggil untuk diambil keterangannya sebagai saksi dugaan tindak pidana kejahatan terhadap Penguasa Umum Pasal 207 KUHP, dan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.

“‎Benar, beliau diminta datang untuk diambil keterangannya soal pernyataanya di surat kabar,” ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (15/12).

Jenderal bintang dua ini menambahkan, status Eko Patrio masih sebagai saksi dan yang melaporkan ialah dari pihak penyidik sendiri.

“Statusnya (Eko) saksi, pelapornya dari penyidik sendiri,” tambah dia.

Sebelumnya, pemanggilan ini merupakan buntut pernyataan Eko di media yang menyatakan pengungkapan jaringan teroris Nur Solihin oleh Densus 88 merupakan pengalihan isu kasus dugaan penistaan agama, ‎Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Boy menegaskan, rencana aksi teror meledakkan Istana Negara dan penangkapan jaringan Nur Solihin bukanlah rekayasa namun fakta.

Diketahui, Nur Solihin Cs, ‎menjalankan perintah dalam hal ini instruksi dari Bahrun Naim. Mereka mengikuti rencana global melakukan serangan serentak di beberapa negara termasuk Indonesia pada 11 Desember 2016. Beruntung aksi itu berhasil digagalkan. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar