Awasi Perairan Kepri, Lantamal IV Kerahkan Drone

Ilustrasi Drone karya anak bangsa Indonesia yang kini digunakan TNI untuk memantau pengamanan wilayah NKRI di perbatasan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Perairan Kepri yang berbatasan langsung denganMalaysia, Singapura, dan Vietnam, rawan kejahatan.

Nah, selain mengerahkan kapal-kapal patroli ke berbagai wilayah yang teridentifikasi rawan, Lantamal IV Tanjungpinang juga mengerahkan pesawat pengintai tak berawak alias Drone.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksama TNI S Irawan, melalui Kadispen Mayor Josdi Damopoli, mengatakan mengamankan perairan Kepri yang berbatasan langsung dengan tiga negara tetangga tidak semudah membalikan telapak tangan. Perlu konsistensi, ketegasan, serta kerjasama secara terus menerus. Juga butuh dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) serta komponen masyarakat lainnya.

”Keterpaduan yang kami butuhkan disini. TNI AL tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Budaya kongkalikong harus dihilangkan, harus merubah mindset,” ujar Josdi, Minggu (18/12/2016).

Dikatakan Josdi, meski pelanggaran dan kejahatan di perairan kepri yang dilakukan mafia dengan berbagai modus berhasil diungkap, namun kegiatan ilegal yang melibatkan mafia lintas negara masih banyak yang belum tersentuh hukum.

”Setiap akhir tahun akan kami evaluasi dan akan kami kaji serta solusi dalam penanganannya. Saat ini semua permasalahan dan peta kerawanan yang ada di wilayah Kepri sudah kami inventarisir seperti illegal oil, illegal entry, illegal fishing, human trafficking, perompakan, pencurian dengan kekerasan, SAR, Narkoba dan lain sebagainya,” kata Josdi.

Untuk saat ini, lanjut Josdi, pihaknya juga telah mengubah operasi dengan memanfaatkan penginderaan dengan menggunakan Drone, untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang mencurigakan baik siang atau malam.

”Dengan operasi menggunakan Drone terbukti sangat efektif. Beberapa kegiatan illegal diperaian Kepri berhasil kami ungkap berkat hasil deteksi peralatan yang dimiliki itu (Drone),” ucapnya.

Selain sangat efektif, sambung Josdi, operasi dengan menggunakan pesawat pengintai tak berawak tersebut untuk mengamankan perairan Kepri, juga sangat efisien dan biayanya sangat murah.

Selain itu, para mafia itu juga punya modus, untuk mengelabui petugas. Contohnya, biasanya mereka berlayar malam hari. Namun, karena banyak patroli petugas yang punya kewenangan di laut, mereka mengubah menjadi berlayar di siang hari. Nah, modus yang mereka pakai itu juga sudah terbaca dengan kami.

“Dengan Drone itulah aksi penyelundupan baik malam ataupun siang dapat kami awasi dan berhasil kami ungkap,”ucapnya. (ias)

Respon Anda?

komentar