Lantamal IV Manfaatkan Drone untuk Awasi Laut

801
Pesona Indonesia
ilustrasi
foto: pixabay

batampos.co.id – Lantamal IV Tanjungpinang giat melaksanakan patroli baik dengan menggunakan kapal demi mengamankan perairan Kepri yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, Malaysia, Singapura dan Vietnam.

Mereka pun memanfaatkan pesawat pengintai tak berawak (Drone, red) untuk mengawasi.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksama TNI S Irawan, melalui Kadispen Mayor Josdi Damopoli, mengatakan mengamankan perairan Kepri yang berbatasan langsung dengan tiga negara tetangga, tidak semudah membalikan telapak tangan. Tapi, memerlukan konsistensi, ketegasan serta kerjasama secara terus menerus dan butuh dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) serta komponen masyarakat.

”Keterpaduan yang kami butuhkan di sini. TNI AL tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Budaya kongkalikong harus dihilangkan, harus mengubah mindset,”ujar Josdi, Minggu (18/12).

Dikatakan Josdi, meski pelanggaran dan kejahatan diperairan kepri yang dilakukan mafia dengan berbagai modus berhasil diungkap. Namun, kegiatan ilegal yang melibatkan mafia lintas negara masih banyak juga yang belum tersentuh hukum.

”Setiap akhir tahun akan kami evaluasi dan akan kami kaji serta solusi dalam penanganannya. Saat ini semua permasalahan dan peta kerawanan yang ada di wilayah Kepri sudah kami inventarisir seperti illegal oil, illegal entry, illegal fishing, human trafficking, perompakan, pencurian dengan kekerasan, SAR, Narkoba dan lain sebagainya,”kata Josdi.

Untuk saat ini, lanjut Josdi, pihaknya juga telah mengubah operasi dengan memanfaatkan penginderaan dengan menggunakan Drone, untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang mencurigakan baik siang atau malam.

”Dengan operasi menggunakan Drone terbukti sangat efektif. Beberapa kegiatan illegal diperaian Kepri berhasil kami ungkap berkat hasil deteksi peralatan yang dimiliki itu (Drone),”ucapnya.

Selain sangat efektif, sambung Josdi, operasi dengan menggunakan pesawat pengintai tak berawak tersebut untuk mengamankan perairan Kepri, juga sangat efisien dan biayanya sangat murah.

”Memang para mafia itu juga punya modus, untuk mengelabui petugas. Contohnya, biasanya mereka berlayar malam hari. Namun, karena banyak patroli petugas yang punya kewenangan dilaut. Mereka merubah menjadi berlayar di siang hari. Nah, modus yang mereka pakai itu juga sudah terbaca dengan kami. Dengan Drone itulah aksi penyelundupan baik malam ataupun siang dapat kami awasi dan berhasil kami ungkap,”ucapnya.(ias)

Respon Anda?

komentar