Razia makanan di Jombang. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Sebuah temuan mengejutkan didapat tim gabungan pemerintah Kabupaten Jombang saat menggelar razia ke sejumlah toko makanan jelang Natal dan tahun baru.

Petugas gabungan dari Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Jombang ini langsung menyisir sejumlah pedagang tradisional di Pasar Peterongan Jombang. Mereka memeriksa tanggal kedaluwarsa hingga kandungan sejumlah makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi.

Hasilnya, ribuan paket bungkus makanan tidak layak konsums ditemukan. Mulai dari makanan kedaluwarsa, berbahan borak dan Rhodamin B ditemukan dijual bebas.

Bahkan, makanan sisa pabrikan kedaluwarsa yang biasa digunakan untuk pakan ternak ditemukan dikemas ulang dan dijual untuk jajanan anak-anak. Ironisnya, makanan berbahaya tersebut paling laris diburu konsumen.

Maria Ulfa, salah satu pedagang mengaku, tidak tahu jika barang yang ditawarkan sejumlah sales dilarang dan berbahaya.

“Pemerintah juga harus melakukan razia di tingkat produsen, tidak hanya pada pedagang,” ujar Ulfa.

Menanggapi keluhan pedagang ini, petugas dari Pemerintah Kabupaten Jombang berjanji akan menelusuri pihak produsen. Petugas juga menghimbau agar pedagang untuk menolak produk yang berbahaya dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

“Modusnya, produsen ini mengemas ulang makanan kedaluwarsa dari pabrik. Dalam kemasan ulang tersebut mereka memberikan bumbu dan rasa untuk menarik minat pembeli yang mayoritas anak-anak sekolah,” ujar Yulien Oentarti, Kabag Perekonomian Pemkab.

Sebagian barang yang disita dari toko modern langsung dimusnahkan. Sebagian lagi dibawa ke kantor dinas untuk ditindak lanjuti ke pihak produsen makanan berbahaya tersebut. (end/flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar