Kapolda Kepri Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian memberi keterangan pers terkait kasus yang menjerat Maaruf (baju putih kanan).
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Ketua Kadin Kepri Akhmad Maaruf Maulana, terancam hukuman enam tahun penjara.

Sebabnya ialah sebuah meme yang dipostingnya di grup WhatsApp beberapa waktu lalu. Maaruf memposting meme yang berkaitan dengan penanganan kasus terorisme oleh pihak kepolisian.

“Sedari pagi (22/12), kami sudah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, kemarin.

Sam mengatakan pihaknya menggunakan tiga pasal pada Maaruf Maulana, karena dinilai menyepelekan dan melecehkan tugas pihak kepolisian.

“Kami gunakan UU ITE pasal 45 ayat 3 nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008. Bersangkutan dijerat pasal 27, pasal 45 dan pasal 207, dengan ancaman enam tahun penjara,” ungkap Sam.

Sam sangat menyayangkan perbuatan Maaruf, karena dinilai sebagai tokoh masyarakat yang harusnya menjadi panutan, malah melakukan perbuatan yang tak terpuji.

Mantan Wakakorlantas itu menyatakan akibat postingan tersebut, banyak pihak yang terluka hatinya.

“Dan sangat tak menghargai kinerja dan jerih payah pihak kepolisian dalam mengamankan NKRI,” ungkapnya.

Maaruf Maulana yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran kepolisian. Ia menyesal telah memposting meme tersebut.

“Saya khilaf, saya mohon beribu-ribu maaf terhadap korp kepolisian,” ujarnya.

Maaruf mengatakan tak bermaksud untuk melukai dan tak menghargai kerja pihak kepolisian. Ia mengatakan sangat mendukung penindakan, penegakan hukum dalam pemberantasan terorisme di Indonesia.

“Saya bangga dengan kinerja kepolisian,” ucapnya.

Kasus Maaruf ini bermula pada Selasa (13/12) lalu. Dimana Maaruf menulis pernyataan “kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal”.

Pada bagian bawah tulisan ini, ada postingan foto yang bertuliskan “coba alihkan isu dengan bom termos”.

Foto bom termos ini digambarkan seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom menempel pada dada lelaki itu.

Foto ini diposting, diduga polisi berkaitan dengan bom panci yang terjadi di Bekasi pada Sabtu (10/12) lalu. (ska)

Respon Anda?

komentar