Iklan
Silvi bersama temannya dari perwakilan dari siswa-siswi SMAN 3 Batam yang menjadi duta HIV pada acara kampanye peduli HIV Aids pada siswa SMA dan Sederajat para peringatan hari aids sedunia di Dataran Engku Putri Batamcenter, Rabu (19/10/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus HIV-Aids di Batam terbilang tinggi. Hingga November 2016, tercatat penderita HIV 4.962  penderita, Aids sebanyak 2001. Sedangkan korban meninggal sebanyak 682 orang.

Data ini diungkapkan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Batam, Pieter Pureklolong, berdasar data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam.

“Tahun 1992, pertama kali ditemukan satu kasus. Baru sampai November 2016, Desember belum masuk,” katanya.

Menurutnya, kasus HIV/Aids di Batam masuk 10 besar kota dengan jumlah temuan kasus HIV/Aids. Di Kepri sendiri, Batam berada pada posisi pertama penyumbang jumlah kasus HIV/Aids dari tujuh kabupaten/kota.

“Batam sudah pasti posisi pertama, angka  yang disumbang sekitar 50 hingga 60 persen dari total jumlah kasus di Kepri, sisanya daerah lain,” ucapnya.

Menurutnya HIV/Aids dapat dicegah melalui Gerakan ABCDE. Gerakan tersebut meliputi Absen Sex khusus bagi remaja, pasangan muda-mudi belum menikah, janda, dan duda. Bersikap setia dengan pasangan bagi yang sudah menikah. Penggunaan kondom untuk kelompok beresiko, seperti PSK di lokalisasi.

Selanjutnya, dihindari pemakaian jarum suntik bergantian, khusus pada pengguna narkoba, tindik maupun tato. Terakhir yakni Edukasi tentang bahaya HIV/Aids yang berkelanjutan.

Pihaknya berharap pencegahan HIV/Aids juga dapat didukung dengan diterbitkannya peraturan daerah yang dijadikan landasan pencegahan  HIV/Aids.

“Di Karimun udah ada Perda nya, padahal DPRD Karimun itu konsultasinya ke kita KPA Batam,” pungkasnya. (cr13)