Kapolda Kepri memberi ketarangan pers terkait kasus yang menjerat Maaruf (baju putih kanan).
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Polda Kepri telah memeriksa enam saksi, terkait kasus Ketua Kadin Kepri Ahmad Maaruf Maulana yang diduga melecehkan kinerja Densus 88.

Saat ini penyidik sudah menaikan status kasus Maaruf  dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Status Maaruf pun sewaktu-waktu bisa menjadi tersangka. “Nanti akan digelar perkara dulu (terkait status penyidikan dan saksi Akhmad Maaruf Maulana,red),” kata Direktur reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto pada Batam Pos, Jumat (23/12/2016) lalu.

Gelar perkara terkait meme yang diposting Akhmad Maaruf ini, kata Budi akan dilakukan dalam waktu dekat. Mengenai kemungkinan naiknya status Akhmad Maaruf, Budi mengatakan pihaknya tak bisa memperkirakan.

“Kami tak bisa berandai-andai, nanti setelah gelar perkara. Apa ada pelanggaran tindak pidana atau tidak,” ungkapnya.
Hingga kini pihak penyidik masih terus mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan dari para saksi.

Budi menyebutkan saksi yang telah diminta keterangan, tak hanya dari orang-orang yang berada dalam grup whatsapp itu saja. Namun juga saksi dari ahli tata bahasa. Saksi ahli ini, sangat penting bagi penyidik. Untuk menilik bahasa yang digunakan oleh Akhmad Maaruf di gruop tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman,” ucapnya

Sebelumnya diberitakan, akibat perbuatan Ketua Kadin Kepri ini terancam hukuman penjara enam tahun penjara. Dimana Akmad Maaruf dijerat dengan mengunakan undang-undang ITE.

Kasus Maaruf ini bermula pada Selasa (13/12) lalu. Dimana Maaruf menulis pernyataan “kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal”. Pada bagian bawah tulisan ini, ada postingan foto yang bertuliskan “coba alihkan isu dengan bom termos”.

Foto bom termos ini digambarkan seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom menempel pada dada lelaki itu.

Foto ini diposting, diduga polisi berkaitan dengan bom panci yang terjadi di Bekasi pada Sabtu (10/12) lalu.(ska)

Respon Anda?

komentar