Empat Anggota TNI AL yang Hilang belum Ditemukan, Pencarian Melibatkan AL Philipina

1332
ilustrasi

batampos.co.id – Empat anggota TNI-AL yang hilang saat bertugas di perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sejak pertengahan bulan ini belum ditemukan.

Tim pencari dari TNI-AL memperluas area pencarian hingga pulau-pulau di sekitar perairan itu.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksma TNI Gig J.M. Sipasulta mengatakan, faktor cuaca yang masih buruk di perairan Kepulauan Talaud, lokasi hilangnya empat prajurit tersebut, menjadi kendala bagi tim pencari. Karena itu, TNI-AL akan mengerahkan kekuatan tambahan yang berupa kapal perang dan helikopter.

“Dengan melihat kondisi cuaca dan geografis di lokasi serta pertimbangan operasional, TNI-AL mengerahkan tambahan unsur LPD KRI dr Soeharso-990 (kapal rumah sakit, Red) dengan satu heli Bell dan satu heli BO-105 (onboard) yang rencananya akan digunakan sebagai kapal markas,” jelas Gig.

Selain mengerahkan armada tambahan, mantan komandan KRI Dewaruci tersebut mengatakan bahwa area pencarian empat awak KRI Layang-635 itu diperluas. Pihaknya juga melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) setempat dalam upaya tersebut. “Pencarian juga dilaksanakan di darat pada pulau-pulau di sekitar lokasi dengan melibatkan semua unsur Lanal (Pangkalan TNI-AL, Red) Melonguane, Morotai, Posal Tobelo, dengan bantuan dari pemda dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Empat prajurit TNI-AL yang hilang adalah Letda Laut (P) Faisal Dwi A.R., Serda Mes Rizky Dwi Zeptianto, KLK Amo Dian Mahendra, dan KLD Isy Badnur Rohim. Sebelum dilaporkan hilang pada 14 Desember lalu, mereka berada di atas kapal ikan asing (KIA) Nurhana yang berbendera Filipina bersama tiga awak kapal tersebut. Para prajurit itu diperintahkan untuk membawa atau mengawal KIA Nurhana ke pangkalan terdekat dari perairan Kepulauan Talaud, yakni Lanal Melonguane. Sebab, kapal itu masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara ilegal.

Namun, dalam perjalanan ke Lanal Melonguane itu, empat prajurit tersebut dinyatakan hilang kontak bersama KIA Nurhana beserta tiga ABK-nya. Saat itu kondisi cuaca di perairan Kepulauan Talaud buruk.

Untuk memaksimalkan pencarian, Gig mengatakan bahwa TNI-AL juga berkoordinasi dengan Angkatan Laut Filipina.

“Dalam pelaksanaan operasi pencarian, TNI-AL berkoordinasi dengan Naval Fleet East Mindanao (NFEM) Command. Direncanakan, Angkatan Laut Filipina akan mendukung dan melibatkan satu kapal perangnya, yaitu BRP Magat Salamat (PS-20),” tuturnya.

Gig meminta masyarakat ikut mendoakan keselamatan empat prajurit TNI-AL itu. “Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kemudian. Mohon dukungan dan doanya agar keempat ABK KRI Layang dapat ditemukan dengan selamat,” ucap dia.

TNI- AL mengumumkan bahwa empat anggotanya hilang kontak saat menjalankan tugas di Perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Mereka hilang saat mengawal kapal ikan asing (KIA) Nurhana berbendera Filipina yang diperintah untuk bersandar di Lanal Melonguane, Kabupaten Talaud.

Kadispen TNI-AL Laksamana Pertama (Laksma) Gig Sipasulta kemarin (23/12) menyatakan, hilang kontak terjadi sejak 14 Desember lalu. Empat anggota TNI-AL tersebut adalah Letda Laut (P) Faisal Dwi A.R. asal Jakarta, Serda Mes Rizky Dwi Zeptianto asal Surabaya, Kelasi Kepala (KLK) Amo Dian Mahendra asal Gresik, serta Kelasi Dua (KLD) Isy Badnur Rohim asal Madura.

Keempatnya merupakan kru KRI Layang-635 yang dikomandani Letkol Laut (P) Nopriadi. Saat kejadian, KRI tersebut tergabung dalam Operasi Siaga Yudha-16 yang melaksanakan patroli di perbatasan Indonesia-Filipina. Gig menyatakan, saat ini pihaknya terus mencari empat anggota TNI-AL itu.

”Unsur yang terlibat dalam pencarian saat ini adalah KRI Diponegoro, KRI Layang, KRI Sidat, KRI Ahmad Yani, KRI Arun, KRI Lambung Mangkurat, Pesud P-862, dan P-615,” katanya.

Gig menjelaskan, empat kru KRI Layang tersebut hilang kontak saat cuaca di perairan Kepulauan Talaud buruk.

Kadispen Armada TNI-AL Kawasan Timur Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman menjelaskan, KRI Layang-635 pada 13 Desember 2016 menangkap KIA Nurhana yang menerobos perbatasan Indonesia di perairan Kepulauan Talaud. Dari penggeledahan, ditemukan 24 warga negara Filipina. Kapal tidak dilengkapi dokumen muatan.

Karena itu, kapal Nurhana dikawal menuju Lanal Melonguane untuk diproses. Dalam perjalanan ke Lanal Melonguane tersebut, KRI Layang menurunkan empat kru ke kapal Nurhana. Di kapal tersebut juga ada tiga ABK yang bertugas membawa kapal ke Lanal Melonguane. Sementara itu, 21 ABK lainnya diangkut ke KRI Layang.

Pada 14 Desember 2016, empat anggota TNI-AL dinyatakan hilang kontak bersama kapal Nurhana dan tiga ABK asli kapal tersebut. (dod/c11/agm) 

Respon Anda?

komentar