Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan pelaku bakal di penjara. Foto: ilustrasi pixabay

batampos.co.id – Dua pria asal lokalisasi Kampung Bukit Indah, Batu 24, MS (19), dan Za (25) dibekuk oleh anggota Unit Reskrim (Nitreskrim) Polsek Gunung Kijang di Kecamatan Topaya, Minggu (25/12/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedua pria muda itu dibekuk karena telah terbukti melakulan pencabulan terhadap gadis di bawah umur, Sin, 16, tahun 2014 lalu.

“Kasus pencabulan ini sudah terjadi sejak dua tahun silam. Dimana korbannya saat itu masih berusia 14 tahun. Namun kasus ini baru terungkap sekarang karena orang tua korban baru melaporkannya,” ujar Kanitreskrim Polsek Gunung Kijang, Aiptu Eduart L Manik ketika dikonfirmasi, Senin (26/12/2016).

Diceritakannya, terungkapnya kasus ini berawal dari percekcokan yang terjadi antara orang tua korban, Yn dengan salah satu pemuda, Bi. Percekcokan itu memanas karena Bi tidak terima dengan nasehat yang diberikan oleh Yn. Dengan amarahnya Bi melontarkan ucapan kasar kepada Yn, “urus saja anak ibu sendiri jangan urusin hidup aku, anak sendiri saja udah tak gadis lagi mau ceramahin orang”.

Mendengar lontaran kata-kata kasar tersebut, lanjutnya, Yn menjadi penasaran lantas pulang ke rumah untuk menanyakan perihal yang dikatakan Bi. Ketika mendengar kenyataan yang menimpa  anak perempuannya (korban-red), Yn menjadi marah serta tidak menerimanya. Lalu Yn dan korbanpun mendatangi Mapolsek Gunung Kijang untuk membuat laporan kasus pencabulan yang dialami.

“Ibu korban menginginkan kedua pelaku ditangkap. Sebab sudah melakukan perbuatan asusila yang sangat merugikan masa depan anaknya,” katanya.

Ketika memberikan keterangan d ihadapan penyidik, korban mengaku pernah berpacaran bersama salah satu pelaku yaitu MS. Jalinan kisah cinta itu dirajutnya hampir setahun lamanya.

Disaat asmara itu melanda, pelaku pernah gituan dengan korban beberapa kali hingga mereka berdua berpisah atau putus cinta.

Tak lama hubungan keduanya putus, sambungnya, pelaku menceritakan kepada rekannya, ZA bahwa korban sudah pernah digauli beberapa kali. Mendengar hal itu, ZA-pun tak ingin membuang-buang waktu dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

Dengan segala cara dan jurus rayuannya akhirnya korbanpun bertekuk lutut. Sehingga korban pasrah ketika ZA juga melampiaskan hasratnya ke korban.

“Akibat melakukan perbuatan asusila tersebut kedua pelaku kita jerat dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak Pasal 81 dengan ancaman 5-15 tahun kurungan penjara,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar