Foto kenangan keluarga Dodi yang menjadi korban perampokan sadis di Pulomas Residence, Jakarta Timur. Foto: istimewa/instagram

batampos.co.id – Perampokan dan pembunuhan sadis di kawasan elite Pulomas Residence, Jakarta Timur, Senin sore (26/12/2016) hingga Selasa (27/12/2016) yang menewaskan enam dari 11 orang penghuni rumah yang dijejal di kamar mandi, menyisahkan kisah mengerikan.

Sugeng, 32, salah seorang pembantu Dodi Triono, 59, di rumah lainnya (rumah Dodi tidak hanya satu) adalah orang yang pertama datang ke rumah Dodi di Pulomas, Jakarta Timur. Dia datang bersama seorang warga bernama Lutfi dan ketua RW setempat, Abdul Gani, 45.

BACA: Perampok Sadis Beraksi di Rumah Mewah, 11 Penghuni Disekap di Kamar Mandi, 6 Tewas

Sugeng mengaku, mendatangi rumah tersebut setelah ditelepon teman Diona Arika Andra Putri, anak Dodi.

Ceritanya, Selasa (27/12/2016) kemarin sekitar pukul 08.30 Sheila Putri dan Evan Sandreho (teman Diona, 16, putri Dodi) datang ke rumah tersebut. Sheila dan Evan memang biasa berkunjung untuk bermain bersama Diona.

Sheila dan Evan menghubungi ponsel Diona, tapi tidak aktif. Setelah itu, mereka menghubungi Sugeng, pembantu di rumah kedua Dodi di Pulomas Residence.

Sugeng kemudian mengajak Lutfi dan Ketua RW Abdul Gani untuk mendatangi rumah korban pada pukul 09.00. Sugeng mencoba menelepon Dodi dan anak-anaknya, tapi semua ponsel tidak aktif. Yang mencurigakan, pintu gerbang rumah tertutup, tapi gemboknya terbuka.

BACA: Rumah Mewah yang Dirampok dan Menewaskan 6 Orang Penghuninya Milik Pengusaha yang juga Arsitek

Mereka kemudian masuk melalui pintu utama. Alangkah kaget mereka, ternyata pintu tidak terkunci. Mereka bertiga kemudian berpencar untuk memeriksa rumah. Ada yang menuju bagian belakang, ada juga yang mengecek ke lantai 2.

Di dalam rumah, Sugeng melihat kunci-kunci mobil berserakan di lantai. Lalu, dia mengecek kamar mandi belakang. Saat itu Sugeng mendengar teriakan salah satu anak Dodi.

Tapi, Sugeng tidak berani mendobrak pintu kamar mandi. Ketika itu pintu kamar mandi pembantu tersebut dikunci dari luar dan gagang pintu dipatahkan.

BACA: Tangis Pilu Keluarga Korban Perampokan Sadis di Rumah Mewah yang Menewaskan 6 Orang

Sugeng, Lutfi, dan Gani lalu melapor ke pos polisi Kayu Putih. Polisi datang ke TKP sekitar pukul 09.30. Polisi dan para saksi langsung mendobrak pintu kamar mandi dengan linggis.

Begitu pintu terbuka, semua mata terbelalak. Mereka melihat sebelas orang bertumpuk dan berimpitan di kamar mandi berukuran 2×1 meter. Lima orang masih bernyawa, enam lainnya tewas.

Korban tewas akibat perampokan itu adalah Dodi Triono (59); Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, Yanto, dan Tasrok. Putri dan Dianita merupakan anak Dodi. Sedangkan Amel merupakan anak rekan Dodi. Adapun Yanto dan Tasrok adalah sopir di rumah Dodi. (gum/nw/jpg)

Respon Anda?

komentar